Buku Nikah Palsu Beredar, Kemenag Teliti Legalisasi

Kamis, 21 Mei 2015 | 17:54 WIB
Kepala Seksi Bimbingan Islam Kemenag Rembang Mahmudi. (Foto: Pujianto)

Kepala Seksi Bimbingan Islam Kemenag Rembang Mahmudi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang kini makin teliti memeriksa buku nikah ketika menerima permintaan legalisasi dokumen tersebut dari masyarakat.

Pasalnya, belum lama ini, Kemenag sempat menemukan buku nikah palsu yang beredar.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kemenag Rembang Mahmudi mengungkapkan, temuan buku nikah yang diduga palsu itu terungkap pada saat ada salah satu warga yang meminta legalisasi.

“Waktu itu, sebelum memberikan legalisasi, kami terlebih dahulu mengecek buku nikahnya. Ternyata ada yang janggal,” ungkapnya kepada mataairradio, Kamis (21/5/2015) pagi.

Mahmudi mengaku belum sempat bertanya seputar keaslian buku nikah itu karena pemohon yang bersangkutan sudah kabur meninggalkan kantor.

“Kasus itu terjadi sudah agak lama dan kami belum sampai melaporkannya ke pihak yang berwajib,” katanya.

Menurut Mahmudi, sebenarnya cukup gampang untuk membedakan buku nikah antara yang asli dan palsu.

“Yang paling mencolok terletak di foto diri pengantin yang mesti tertindih plastik,” bebernya.

Selain itu juga tanda tangan Menteri Agama yang menurutnya, sulit ditiru.

Tentang buku nikah palsu yang belakangan disinyalir masih beredar, dia tidak banyak menanggapi.

Dia hanya mengandalkan kejelian saat memeriksa buku nikah yang hendak dilegalisasi.

Mahmudi mengaku tidak tahu menahu tentang bagaimana buku nikah palsu bisa diproduksi.

“Buku nikah palsu dikantongi oleh mereka yang bermasalah. Misalnya oleh mereka yang sedang menjalin hubungan gelap,” tandasnya.

Dia menegaskan, cukup dengan memegang langsung buku nikah, akan ketahuan itu palsu atau asli.

Pihak Kemenag Rembang juga memastikan tidak mengobral buku nikah ketika mendistribusikannya ke setiap KUA.

Menurut Mahmudi, setiap distribusi selalu disertai dengan berita acara.

“Berita acara itu juga dilaporkan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah tiap bulannya,” katanya meyakinkan.

Dia menyebutkan, Kabupaten Rembang menerima droping buku nikah sebanyak kira-kira 5.500 eksemplar tiap tahun.

Jika pasokan buku nikah sempat ada kendala beberapa waktu yang lalu, kini Mahmudi menyatakan aman alias lancar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan