Puluhan Anggota Brimob Kemah di Kawasan Menuju Pabrik Semen

Thursday, 27 November 2014 | 18:19 WIB
Tenda tempat puluhan anggota Brimob kemah di kawasan dekat jalan masuk menuju tapak pabrik semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Kamis (27/11/2014). (Foto:Pujianto)

Tenda tempat puluhan anggota Brimob kemah di kawasan dekat jalan masuk menuju tapak pabrik semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Kamis (27/11/2014). (Foto:Pujianto)

 

BULU, mataairradio.com – Sekitar 30 orang brigade mobil dari Subden 4 Detasemen A Pelopor Brimob Pati kemah atau tinggal darurat di tenda, di dekat jalan masuk menuju tapak pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di wilayah hutan Desa Kadiwono Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang.

Mereka ditempatkan sejak Kamis (27/11/2014) siang untuk mengantisipasi upaya pemblokiran jalan masuk oleh puluhan ibu-ibu, warga penolak semen yang saat sekarang juga masih bermukim sementara di tenda-tenda, di dekat portal masuk ke tapak pabrik semen.

“Sekadar untuk mengamankan warga dan mengantisipasi agar tidak ada lagi pemblokiran akses atau jalan masuk ke tapak pabrik semen,” ujar Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan.

Menurutnya, pemblokiran lagi jalan masuk ke tapak pabrik semen, tidak bisa dibenarkan, karena pembangunan pabrik semen oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, merupakan objek vital Pemerintah.

“Tugas polisi bersama TNI adalah mengamankan objek vital milik Pemerintah secara bersama-sama. Ini kegiatan negara. (Soal penempatan satu tenda oleh anggota Brimob) mungkin hanya sampai seminggu,” terangnya.

Kapolres menegaskan akan mengedepankan cara-cara persuasif untuk menjamin keamanan warga. Pihaknya tidak menginginkan ada tindakan kekerasan terhadap warga.

“Kita akan tetap mengamankan warga. Namun jika kembali memblokir, tugas kami menertibkan. Kami selalu koordinasi dengan Pak Dandim (Komandan Kodim 0720 Rembang) terkait hal ini,” kata Kapolres. Dandim 0720 Rembang Letnan Kolonel Infanteri Wawan Indaryanto memang tampak di lokasi.

Sejumlah warga penolak pabrik semen menganggap, tindakan aparat yang menempatkan personel Brimob di dekat tenda mereka, berlebihan dan terkesan berusaha menakut-nakuti.

Sebelumnya, Joko Prianto, aktivis pendamping warga penolak pabrik semen di wilayah itu menuding, aparat sudah tidak lagi bersikap netral. Menurutnya polisi tak berhak menertibkan mereka, karena jalan yang diblokir adalah jalan Perhutani.

“Aparat mestinya bersikap netral. Polisi sudah tidak netral. Ini jalan Perhutani. Mereka nggak berhak. Kami akan terus memblokir sampai aktivitas pabrik semen dihentikan total,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan