BREAKING NEWS: Mayat Terdampar di Pantai Caruban Nelayan Clering-Jepara

Senin, 21 Desember 2015 | 14:00 WIB
Polisi memasang police line pada area temuan mayat di Pantia Caruban Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, Senin (21/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Polisi memasang police line pada area temuan mayat di Pantia Caruban Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, Senin (21/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

LASEM, mataairradio.com – Mayat pria yang ditemukan terdampar di tepi Pantai Caruban Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, Senin (21/12/2015) pagi, ternyata seorang nelayan dari Dukuh Tawangrejo Desa Clering Kecamatan Donorejo Kabupaten Jepara bernama Giyono (37).

Identitas mayat itu diungkap oleh pihak keluarga korban dan Pemerintah Desa Clering. Kepala Desa Clering Ali Mahmudi mengaku dihubungi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara.

“Kami dikontak oleh BPBD Jepara yang mengaku dihubungi oleh pihak BPBD Rembang soal temuan mayat di Pantai Caruban,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Karena memang salah satu warganya hilang ditelan gelombang saat melaut, maka Kades berinisiatif datang ke Rembang bersama keluarga korban.

“Dari ciri fisik antara lain tinggi badan sekitar 180 centimeter dan jari jempol salah satu tangan bengkok, keluarga korban yakin mayat itu Giyono,” tegasnya.

Kades Clering menuturkan, Giyono melaut bersama adiknya, Giyanto, di Perairan Mondoliko pada Kamis pagi 17 Desember lalu. Namun perahunya terbalik akibat dihantam angin kencang dan arus gelombang besar.

“Keduanya sempat berusaha menyelamatkan diri dengan bantuan basket kecil untuk mengapung di laut,” tuturnya.

Namun pada Kamis sorenya, Giyono terlepas dari pegangan basket, sedangkan Giyanto selamat setelah ditolong oleh nelayan di wilayah Tayu-Pati pada Jumat pagi 18 Desember.

“Regu penolong dan warga sudah sempat mencari Giyono, tetapi tidak berhasil hingga akhirnya ditemukan di Lasem pagi tadi,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengonfirmasi identitas mayat yang ditemukan di Pantai Caruban sebagai nelayan dari Desa Clering bernama Giyono.

“Proses serah terima jenazah dilakukan setelah polisi meminta keterangan dari keluarga korban dan pihak desa, serta dianggap cukup,” terangnya.

Sementara itu, menurut keterangan dari pihak Pemerintah Desa Clering, korban meninggalkan empat orang anak.

Begitu diserahterimakan polisi kepada keluarga, korban langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Desa Clering pada malam harinya.

Mayat pria itu ditemukan di tepi Pantai Caruban dalam kondisi membusuk dan hanya mengenakan celana dalam oleh seorang petambak yang akan mengontrol pipa paralon pengalir air laut ke tambak bandeng.

Polisi sempat kesulitan mengidentifikasi mayat karena bagian jari mulai hancur.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan