BPJS Tangguhkan Kepesertaan Baru Pasien “Banting Setir”

Selasa, 25 Februari 2014 | 16:07 WIB

 

Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Operasional Rembang menangguhkan peserta baru JKN yang sudah terlanjur masuk perawatan di rumah sakit atau puskesmas dengan akad awal membayar secara mandiri.

Menurut Kepala Kantor Operasional BPJS Kesehatan Rembang Haryanto yang dihubungi Selasa (25/2) siang, sikap tersebut menghindarkan pasien dan BPJS dari kerugian. Dia menjelaskan, klaim layanan kesehatan peserta JKN dibayar sesuai rangkaian perawatan secara utuh.

Menurutnya tidak bisa, seorang pasien yang awalnya menyatakan membayar ongkos perawatan secara mandiri, tetapi di tengah perawatan “banting setir” mengurus kepesertaan JKN dan mengajukan klaim. Sikap BPJS ini sempat dikeluhkan pasien dan dianggap menyulitkan.

Di awal penerapan JKN, Haryanto mengaku sempat menerima pasien yang demikian. Namun setelah dikaji, hal itu bisa berakibat pada dobel klaim oleh rumah sakit yakni kepada pasien dan BPJS, sehingga bisa merugikan.

Dikonfirmasi mengenai keluhan lain dari pasien terkait dengan rujukan berjenjang, Haryanto berdalih itu sudah sesuai dengan prosedur di BPJS Kesehatan. Sebelumnya, sebagian pasien di RSUD dr R Soetrasno Rembang menuding ada pemersulitan pelayanan terhadap mereka yang menginginkan rujuk langsung ke RSUP Karyadi Semarang.

Untuk merujuk seorang pasien peserta JKN dari RSUD Rembang, jenjangnya ke Rumah Sakit Soewondo Pati terlebih dahulu sebelum ke RSUP Karyadi Semarang. Menurut Haryanto, ketentuan ini berlaku sejak era JKN dan diperkuat oleh Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Jawa Tengah.

Gubernur, menurut pria berkaca mata ini, menerapkan regionalisasi rujukan pasien peserta JKN. Dari rumah sakit kelas C seperti Rembang, harus ke kelas B terlebih dahulu. Dalam hal di Karesidenan Pati, RS Soewondo Pati yang ditunjuk.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro mengaku bisa menerima sikap dari pihak BPJS terkait penangguhan kepesertaan baru JKN bagi pasien yang banting setir mengurus di tengah jalan. Demikian juga dengan yang terkait jenjang rujukan.

Saat ini, menurut Giri, pihak rumah sakit tengah menanti pembayaran klaim Rp2,6 miliar yang ditagihkan kepada BPJS Kesehatan. Sambil menunggu verifikasi selesai, pihaknya meminta BPJS agar membayar dulu 50 persen. Dia sudah mengonfirmasi BPJS dan katanya sedang diproses. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan