BPCB Jateng mulai Identifikasi Benda-benda Kuno Temuan di Masjid Lasem

Jumat, 9 Maret 2018 | 19:38 WIB

Peneliti dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah saat mengidentifikasi benda-benda kuno temuan di areal Masjid Lasem, pada Kamis (8/3/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah mulai mengidentifikasi benda-benda kuno temuan di areal Masjid Lasem.

Abdullah Hamid, pengurus perpustakaan Masjid Lasem mengatakan, dua orang peneliti dari BPCB Jateng mendokumentasikan benda-benda kuno seperti pecahan keramik dan manuskrip kuno yang masih utuh.

Menurutnya, benda kuno bersejarah lainnya yang menyita perhatian peneliti BPCB itu adalah dada peksi dan mustakapraba Masjid Lasem. Identifikasi dan dokumentasi awal ini berlangsung selama enam jam sejak pukul 11.00 WIB pada Kamis (8/3/2018) kemarin.

“Peneliti BPCB Jateng antara lain merekomendasikan adanya penyimpanan yang lebih representatif benda-benda kuno bersejarah tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi mataairradio.com Jumat (9/3/2018).

Pihaknya pun berharap kepada BPCB untuk memfasilitasi pelaksanaan rekomendasi ini.

Mengenai tindak lanjut yang akan ditempuh oleh BPCB, dua peneliti yang datang ke Lasem itu akan terlebih dahulu melaporkan identifikasi dan dokumentasi kepada Kepala BPCB.

Abdullah menegaskan harapannya untuk mendapat fasilitasi pembangunan Museum Masjid Lasem. Selain itu juga diberikannya pembinaan dari BPCB terkait pelestarian benda-benda kuno bersejarah di areal masjid setempat.

“Dua peneliti pulang tanpa membawa sampel. Mereka hanya mengidentifikasi dan mendokumentasikan benda-benda kuno secara komprehensif dengan garis pengukur dan kamera standar,” imbuhnya.

Pihak BPCB mengisyaratkan datang kembali ke Lasem dalam tempo secepatnya. Bagi Abdullah, kedatangan pihak BPCB Jateng merupakan kejutan karena sebelumnya temuan benda-benda kuno di areal Masjid Lasem seperti tidak diperhatikan.

 

Penulis: Pujianto

Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan