BPBD Tambahi Lagi Persediaan Bantuan Air Bersih

Kamis, 22 Oktober 2015 | 18:29 WIB
Ilustrasi bantuan air (Foto: antarajateng.com)

Ilustrasi bantuan air (Foto: antarajateng.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang menambahi lagi persediaan bantuan air bersih.

Hal itu untuk warga yang mengalami dampak kekeringan akibat kemarau di kabupaten ini.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang Suharso, Kamis (22/10/2015) siang mengungkapkan, pihaknya ditambahi anggaran Rp60 juta melalui APBD Perubahan 2015.

“Tambahan anggaran ini sebagai antisipasi kalau saja bantuan air bersih tidak cukup, karena musim kemarau lebih panjang,” terangnya.

Dia menyebutkan, anggaran Rp300 juta yang diterimanya dari APBD Induk 2015 untuk penanganan dampak kekeringan dengan pemberian bantuan air bersih, diperkirakan habis pada akhir bulan ini.

“Bulan depan kita mungkin sudah pakai anggaran dari Perubahan itu. Nanti jika tidak habis terserap karena hujan turun lebih cepat, BPBD akan mengembalikannya ke kas daerah,” jelasnya.

Menurut Suharso, saat sekarang BMKG Jawa Tengah masih memprediksi, musim hujan baru akan berlangsung pada November atau Desember mendatang.

Itu artinya pada Oktober ini, sedang masuk pancaroba atau masa peralihan dari kemarau ke penghujan.

Suharso turut menanggapi pesan berantai yang berisi ajakan menempatkan baskom berisi air garam secara serempak guna menghasilkan uap air di udara sehingga “mengundang” hujan pada Kamis (22/10/2015) ini.

Menurut Suharso, ajakan yang disebut untuk membantu meringankan derita korban asap di wilayah Sumatera itu belum jelas dasar ilmiahnya dan BMKG belum mengeluarkan petunjuk resmi.

“Tapi kami tidak bisa mengatakan kabar itu “hoak” atau bohong. Jika mau coba, silakan saja,” tandasnya.

Sementara itu, kekeringan di Rembang, masih terus meluas pada penghujung Oktober ini.

Hingga Kamis (22/10/2015) ini, sudah 79 desa yang melapor terdampak kekeringan dan meminta bantuan air bersih.

Kekeringan juga dirasakan dua sekolah di Dadapan-Sedan dan di Kragan serta satu pesantren di wilayah Kecamatan Sulang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan