BPBD Rembang Turut Berduka Insiden Heli Basarnas

Senin, 3 Juli 2017 | 12:55 WIB

Anggota gabungan mengevakuasi helikopter Basarnas HR 3602 yang jatuh di Bukit Muntung Desa Canggal Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung, Ahad (2/7/2017). (Dokumentasi Basarnas)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang turut berduka atas insiden jatuhnya helikopter milik Badan SAR Nasional (Basarnas) sehingga mengakibatkan delapan orang di pesawat itu meninggal dunia.

Delapan korban yaitu empat orang terdiri dari pilot dan kru pilot, serta empat sisanya dari Basarnas Kantor SAR Semarang. Helikopter HR 3602 terjatuh di Bukit Muntung Gunung Butak Dusun Canggal Bulu Desa Canggal Kecamatan Candiroto, Temanggung, Ahad (2/7/2017).

Kepala Seksi Kedaruratan pada BPBD Kabupaten Rembang Pramujo menyatakan sering bekerjasama dengan pihak Basarnas, terutama dalam hal upaya pencarian dan evakuasi terhadap para korban bencana perairan, seperti di Sungai Jeruk Pancur pada 9 Desember 2017.

Berdasarkan data delapan kru heli yang telah teridentifikasi, menurutnya, ada dua nama yang sering turun ke wilayah Kabupaten Rembang saat pihak BPBD membutuhkan bantuan pertolongan terhadap kebutuhan pencairan atau evakuasi atas korban bencana di area perairan.

“Yang sering ke sini (Rembang, red.), Mas Nyoto (Nyoto Purwanto, red.). Selain itu, Mas Budi (Budi Resti, red.). Terakhir kerjasama, seingat saya sewaktu pencarian dan evakuasi terhadap orang tenggelam di Jeruk, Pancur. Tahun 2016,” tuturnya pada Senin (3/7/2017) siang.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Rembang Suharso menyatakan kehilangan atas berpulangnya delapan orang kru helikopter Basarnas, terutama atas pengabdian mereka dalam hal kemanusiaan. Pihaknya sekadar mengucapkan duka cita dan belum akan bertakziah.

“”Kita merasa kehilangan atas pengabdian beliau. Mereka adalah orang-orang yang peduli terhadap keselamatan sesama. Beliau-beliau dekat dengan kita dan yang mendidik teman-teman kita di BPBD. Kami ungkapkan duka cita. Belum akan ke Semarang. Pas hari pertama kerja,” ujarnya.

Heli berwarna oranye tersebut sebelumnya disiagakan di pintu keluar tol Gringsing, Kabupaten Batang, selama arus mudik dan balik Lebaran. Helikopter tersebut lalu diinstruksikan bertolak ke Banjarnegara untuk membantu proses evakuasi korban letusan Kawah Sileri di kawasan Dieng.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan