BPBD Rembang Cek Ulang Lokasi Bekas Bencana

Jumat, 13 November 2015 | 17:52 WIB
Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang Suharso. (Foto: Pujianto)

Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang Suharso. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang melakukan cek ulang terhadap lokasi yang pernah terjadi bencana pada tahun sebelumnya.

Langkah tersebut ditempuh guna mengantisipasi terulangnya bencana serupa di musim penghujan tahun ini.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang Suharso, Jumat (13/11/2015) pagi mengatakan, lokasi yang dicek ulang adalah daerah yang pada tahun lalu terjadi banjir dan tanah longsor.

“Banjir tahun lalu antara lain terjadi di wilayah Kaliori, Lasem, dan Kragan, sedangkan longsor di Bulu, Gunem, dan Sedan,” ujarnya kepada mataairradio.

Menurutnya, cek ulang lokasi itu penting, agar pihaknya bisa melakukan penanganan secara cepat jika terjadi bencana dan tahu sejak dini tentang perubahan yang terjadi.

“Cek ulang sudah mulai kami lakukan dengan melibatkan semua unsur di BPBD,” terangnya.

Selain melakukan cek ulang terhadap lokasi yang pernah ditimpa bencana, BPBD mengaku mengecek juga sejumlah peralatan.

“Peralatan juga kami cek, seperti chainsaw, jenset, pompa air, dan kendaraan evakuasi, baik mobil maupun sepeda motor,” tandasnya.

Ia menerangkan, chainsaw perlu dicek, agar ketika terjadi bencana angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang, tim dari BPBD bisa segera menertibkannya.

“Begitu pun jenset; perlu diperiksa, agar ketika di daerah bencana terjadi listrik padam cukup lama, bisa dipakai sebagai pengganti,” jelasnya.

Sementara pompa air, menurut Suharso, sering kali difungsikan untuk menyedot air di daerah yang tergenangi air bah, yang lama surut. Pompa itu untuk mengalihkan air secara cepat ke daerah yang aman.

“Kendaraan evakuasi perlu dicek pula, agar tidak justru mogok saat dibutuhkan,” tegasnya.

Tidak hanya lokasi bekas bencana dan peralatan saja yang dicek. Suharso menambahkan, saat sekarang, logistik kebencanaan seperti bahan pokok dan peralatan kebutuhan keluarga, sudah disiapkan.

“Rinciannya di bidang teknis, tetapi dipastikan sudah disiapkan,” tambahnya.

Bahan pokok yang disiapkan meliputi beras untuk korban bencana dan lauk pauk instan, sedangkan peralatan kebutuhan keluarga yang tersedia seperti selimut dan peralatan mandi.

Tahun 2015, anggaran untuk penanganan bencana di Rembang mencapai Rp4 miliar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan