BPBD mulai Petakan Daerah Rawan Krisis Air

Sabtu, 19 Mei 2018 | 12:09 WIB

Distribusi bantuan air bersih oleh pihak BPBD bekerjasama dengan PDAM Rembang pada tahun 2017. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mulai memetakan daerah rawan krisis air bersih, seiring datangnya musim kemarau di tahun ini.

Kepala Seksi Logistik pada BPBD Kabupaten Rembang Ahmad Makruf mengatakan, peta daerah rawan krisis air bersih disusun mengacu data desa yang kekeringan pada tahun lalu, yakni 22 desa.

Puluhan desa itu tersebar di 12 kecamatan. Artinya, hanya Sarang dan Pamotan yang dipetakan bebas krisis air bersih. Secara desa, ada yang tahun lalu kekeringan, tapi tahun ini tidak lagi, yaitu Sidomulyo Kaliori.

“Pemetaan daerah yang rawan krisis air bersih sudah kami lakukan. Kita petakan sama dengan tahun lalu. 22 desa di 12 kecamatan. Kalau Sidomulyo itu karena sekarang sudah dialiri PDAM,” katanya.

Sementara itu, tahun ini, Pemerintah Kabupaten Rembang belum akan menangani krisis air bersih dengan membuat sumur atau sarana lainnya. Pemerintah masih mengandalkan bantuan air bersih.

“Kami mengalokasikan anggaran Rp75 juta untuk menyuplai bantuan air bersih guna mengatasi kekeringan pada tahun ini. Jika mengacu tahun lalu, jumlah itu setara 375 tangki,” terangnya.

BPBD memprediksi krisis air bersih akan mulai terjadi setelah Juli. Sebab, menurut Makruf, berdasarkan prakiraan cuaca, puncak musim kemarau di Rembang akan terjadi pada Agustus mendatang.

Hingga Sabtu (19/5/2018) ini, ketersediaan air masih memadai, baik di embung, sumur, maupun sungai. Kekeringan antara lain ditandai dengan sudah tidak adanya lagi air di sungai dan embung.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan