BPBD Gunakan Dana Tak Tersangka Atasi Kekeringan

Selasa, 1 Desember 2015 | 16:06 WIB
Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang Suharso. (Foto: Pujianto)

Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang Suharso. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang akan menggunakan dana tak tersangka dari APBD Perubahan 2015 untuk mengatasi kekeringan dalam bentuk bantuan air bersih.

Penggunaan dana tersebut setelah tambahan anggaran reguler sebesar Rp60 juta bagi BPBD, sudah habis. Sementara saat ini, masih ada 97 desa yang kekeringan.

“Penggunaan dana tak tersangka baru diajukan ke Pj Bupati,” ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang Suharso kepada mataairradio.

Namun, Pj Bupati dan Plt Sekda Rembang sudah memberikan petunjuk, yang intinya bahwa dana tak tersangka bisa digunakan untuk penanganan kekeringan.

“Hanya saja, BPBD diminta secara intens melihat kondisi di lapangan, menyangkut curah hujan dan normalnya sumber air,” terangnya.

Meskipun sudah hampir pasti memanfaatkan dana tak tersangka, tetapi BPBD menurut Suharso, masih belum bisa menyebut nilai anggaran yang akan disedot.

“Kami masih menghitung tingkat kebutuhan sesuai dengan kondisi terkini kekeringan di tiap desa yang mengajukan bantuan air,” tandasnya.

Ia juga menjelaskan, curah hujan normal yang mulai terjadi di kabupaten tetangga, belum berlaku di Rembang. Di kabupaten ini, curah hujan belum merata.

“Kami pun belum bisa memberikan ancar-ancar; kapan curah hujan akan berlangsung normal,” katanya menekankan.

Dalam hal menyusun nilai anggaran dan perkiraan curah hujan normal, pihak BPBD kini sedang menjalin komunikasi intensif dengan desa-desa yang mengajukan bantuan air bersih.

“Jika hujan turun, desa akan dikontak; apakah masih sangat butuh bantuan air atau tidak,” ujarnya.

Penggunaan pos dana atau belanja tak tersangka untuk menangani kekeringan, tidak kali ini saja ditempuh oleh BPBD Rembang.

Tahun lalu, pihak BPBD juga mengajukan penggunaan dana Rp87,5 juta dari pos belanja tak tersangka guna kepentingan yang sama.

Tahun ini, lewat APBD Induk 2015, BPBD Rembang dijatah anggaran Rp300 juta untuk menangani kekeringan.

BPBD ditambahi anggaran Rp60 juta dari APBD Perubahan 2015, karena kekeringan berlangsung parah.

Namun, dana tambahan itu sudah terbelanjakan habis, 30 November kemarin.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan