Warga Bonang Pastikan Datangi Klarifikasi Akhir Inspektorat

Selasa, 3 Juni 2014 | 15:41 WIB
Inspektorat Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

Kantor Inspektorat Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

LASEM, MataAirRadio.net – Sekelompok warga Desa Bonang Kecamatan Lasem memastikan untuk mendatangi klarifikasi terakhir dari Inspektorat Kabupaten Rembang pada Rabu 4 Juni 2014. Ada tujuh orang yang bakal menghadiri klarifikasi yang dijadwalkan pada jam sembilan pagi.

Sebelumnya, mereka mangkir dari dua kali pemanggilan Inspektorat karena menganggap klarifikasi itu tidak penting. Sebab berkas dugaan penyelewengan Kades Bonang Syaiful Shodikin sedang didalami polisi.

Sulistyorini, tokoh warga Desa Bonang menyatakan, warga akan mendatangi pemanggilan Inspektorat karena tidak mau dicap pengecut dan tak bertanggung jawab. Warga telah bermusyawarah pada Senin (2/6) sore kemarin. Warga juga tidak mau dianggap mengada-ada laporan.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang Akhsanudin mengaku sudah bergerak untuk menuntaskan persoalan warga dengan Kades Bonang. Klarifikasi terhadap warga yang mengadukan Kades Syaiful Shodikin atas sejumlah dugaan, sedang berusaha dilakukan.

Pihaknya berharap kepada warga agar proaktif dalam menuntaskan persoalan, dengan hadir dan memberikan klarifikasi perihal dugaan yang dialamatkan kepada Kades Bonang. Tidak justru berupaya menghambat dengan menghindar dari pemanggilan klarifikasi.

Klarifikasi dari Inspektorat terhadap warga dan bukti lapangan, diperlukan sebagai bahan pengambilan keputusan. Sementara proses hukum di kepolisian, tetap berjalan sebagai konsekuensi warga negara apabila terbukti melakukan tindak pidana.

Warga mengadukan dugaan kepemilikan ijazah asli tetapi palsu, dugaan penyalahgunaan pemanfaatan tanah aset desa, dan pemalsuan tanda tangan Ketua BPD pada proposal dan LPj ADD 2012 pada 19 Mei kemarin.

Kepala Desa Bonang Syaiful Shodikin tidak menanggapi serius tudingan warga. Dia menyatakan siap memberikan klarifikasi jika diminta oleh polisi atau Inspektorat. Soal ijazah yang dipersoalkan, Syaiful tidak tahu dimana letak dugaan palsu yang dituduhkan.

Namun mengenai persoalan tanda tangan Ketua BPD, Kades Bonang membenarkan bukan Masturi yang menandatangani proposal dan LPj ADD 2012, karena yang bersangkutan telah meninggal dunia tahun 2011. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan