Bobol Pintu Penjara, Dua Tahanan Rutan Rembang Kabur

Rabu, 3 Februari 2016 | 16:46 WIB
Kepala Rutan Kelas IIB Rembang Suyatno menunjukkan foto dua tahanan yang kabur dari rumah tahanan setempat, Rabu (3/2/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Kepala Rutan Kelas IIB Rembang Suyatno menunjukkan foto dua tahanan yang kabur dari rumah tahanan setempat, Rabu (3/2/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua orang tahanan di Rutan Kelas II B Rembang diketahui kabur dengan membobol pintu kayu kamar penjara, Rabu (3/2/2016) menjelang waktu subuh.

Dua orang tahanan kejaksaan negeri setempat itu bernama Wardi alias Brewok dan Muhammad Yudi alias Cakil.

Keduanya adalah residivis pada banyak kasus pencurian sepeda motor. Wardi merupakan warga Desa Gonggang Kecamatan Sarang, sedang Yudi adalah warga Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan.

Kepala Rutan Rembang Suyatno mengaku tahu kabar kaburnya tahanan dari pegawainya.

Setelah datang dan mengecek kamar penjara di sebelah barat mushala, tempat dua tahanan tersebut ditahan, Suyatno mendapati pintu kayu rusak diduga karena ditarik paksa dari dalam.

“Dugaan saya, dua tahanan itu kabur dari rutan dengan naik ke atas atap bagian depan sisi barat, setelah merusak pintu kamar penjara,” katanya.

Karena tidak menemukan jejak kabur tahanan secara jelas dan guna kepentingan pengejaran, pihak Rutan Rembang menghubungi kepolisian resor setempat.

Sekitar pukul 07.30 WIB, tim dari Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang tiba di rutan dan segera melakukan olah TKP.

Sampai dengan Rabu (3/2/2016) siang, polisi masih melakukan olah tempat kejadian dan meneliti lebih lanjut proses larinya dua tahanan itu.

Suyatno mengaku rutin mengecek kamar penjara pada jam-jam tertentu. Sebelum kejadian itu pun, 2 jam sebelumnya sudah dilakukan kontrol.

“Dua tahanan yang kabur itu, baru belum satu bulan dititipkan di sini. Statusnya tahanan kejaksaan,” katanya.

Ia pun memastikan, saat kejadian, di kamar penjara itu hanya ada dua tahanan tersebut. Sebelumnya memang 5 orang, tetapi 3 tahanan lain telah dipindahkan ke kamar sebelah.

Namun, ia mengakui, personel pengaman saat kejadian hanya 5 orang, sehingga tidak ideal.

Dari olah TKP, polisi mengamankan dua biji paku, 1 sandal diduga milik pelaku, dan 1 buah genting pecah.

Pelaku diduga merusak gembok pintu sel lalu keluar memanjat tembok dinding samping selatan tahanan, kemudian berjalan melalui atap dan turun ke jalan umum, sebelah barat rutan.

Dua tim dari Rutan Rembang juga sudah mendatangi kediaman keluarga dari masing-masing tahanan yang kabur, guna melakukan pengecekan. Namun hasilnya nihil.

Sambutan pihak keluarga justru cukup mengejutkan karena mereka malah meminta petugas untuk menghukum berat dua tahanan itu lantaran sudah sering membuat resah masyarakat.

Kelakuan jahat mereka seolah tidak ada kapoknya, meski sudah 6 kali keluar-masuk penjara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan