Ibu-ibu Bertahan Blokir Akses ke Tapak Pabrik Semen

Rabu, 26 November 2014 | 13:49 WIB
Ibu-ibu memilih bertahan untuk memblokir akses menuju tapak pabrik milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di wilayah hutan Kadiwono Kecamatan Bulu hingga sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (26/11/2014). (Foto:Pujianto)

Ibu-ibu memilih bertahan untuk memblokir akses menuju tapak pabrik milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di wilayah hutan Kadiwono Kecamatan Bulu hingga sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (26/11/2014). (Foto:Pujianto)

 
BULU, mataairradio.com – Puluhan ibu-ibu penolak pendirian pabrik dan rencana penambangan pabrik semen di wilayah Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang memilih bertahan untuk memblokir akses menuju tapak pabrik milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di wilayah hutan Kadiwono Kecamatan Bulu hingga sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (26/11/2014).

Sejumlah personel polisi yang dipimpin Kapolsek Bulu AKP Eddy Pujiharto gagal bernegosiasi dengan warga untuk membuka blokade. Sementara ini, polisi terus melakukan pendekatan.

“Ini sekarang ya sekadar mengawal dan memantau keamanan. Mereka nggak mau membuka pintu negosiasi,” ungkap Kapolsek Bulu di lokasi menuju tapak pabrik.

Sutikno Hadi Santoso, Penanggungjawab Sistem Tata Kelola Pengamanan Lapangan dari pihak PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengaku juga berupaya melakukan pendekatan dengan berbagai pihak.

“Kita tadi koordinasi dengan kepolisian yang turun lapangan. Solusinya bakal seperti apa, kami menunggu petunjuk atasan. Ini kita nego-nego dulu dan mengupayakan jalan damai,” katanya.

Sutinah, tokoh perempuan penolak pabrik semen di Rembang yang ditemui di lokasi menegaskan sikapnya untuk tidak akan membuka blokade sebelum alat berat pembangunan pabrik ditarik dari tapak pabrik dan aktivitas pembangunan dihentikan.

“Kami yang menolak pendirian pabrik semen merasa tidak dihargai. Semestinya proses pendirian pabrik semen dihentikan saat ada proses di PTUN,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan