BKSDA Minta Operator Sirkus Periksakan Lumba-lumba

Selasa, 17 Februari 2015 | 16:04 WIB
Bakal arena peragaan lumba-lumba di halaman Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang, Senin (16/2/2015) sore. (Foto: Pujianto)

Bakal arena peragaan lumba-lumba di halaman Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang, Senin (16/2/2015) sore. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pati Timur meminta operator sirkus lumba-lumba di Taman Kartini Rembang memeriksakan kondisi kesehatan mamalia laut yang akan diperagakan itu.

Kepala BKSDA Resor Pati Timur Arif Susiyoko mengatakan, pemeriksaan kesehatan lumba-lumba diperlukan agar diketahui kelayakannya.

“Namun hingga Selasa (17/2/2015) pagi, kami belum menerima permohonan pemeriksaan lumba-lumba dari pihak penyelenggara peragaan,” ungkap Arif kepada mataairradio.

Menurutnya, sebelum diangkut ke Rembang, kesehatan lumba-lumba memang sudah diperiksa. Namun sesampainya di lokasi, kesehatannya perlu kembali diperiksa.

“Soal alasan pemberian izin peragaan lumba-lumba, kami hanya mengikuti persetujuan dari BKSDA Pusat,” tandasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Rembang Sunarto mengaku tidak merekomendasikan peragaan atau sirkus lumba-lumba.

“Kami sepakat untuk melindungi mamalia laut yang disebut hampir punah ini,” ujarnya.

Hanya saja, kewenangan untuk mengizinkan atau melarang peragaan lumba-lumba menjadi kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam.

“Selagi izin peragaannya lengkap, kami tidak bisa menghentikan sirkus,” tandasnya.

Namun dia mewanti-wanti pihak terkait, dalam hal ini kepolisian, agar mengecek secara cermat perizinan peragaan lumba-lumba di Taman Kartini itu.

“Kami meminta penyelenggara sirkus memperhatikan kesehatan lumba-lumba dan memastikannya tak stres karena diangkut berpindah-pindah,” tegasnya.

Batang Dolphin Center (BDC) selaku penyelenggara atraksi lumba-lumba memastikan izin yang mereka kantongi memenuhi regulasi Pemerintah.

“Kami mengantongi surat keputusan dari Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam tertanggal 21 Juli 2014,” katanya.

Menurut Humas BDC Nurfaidin, dokumen ini berlaku dua tahun atau baru berakhir 2016 mendatang. Pihaknya juga sudah memenuhi ketentuan mengikat lain yaitu melaporkan agenda kegiatan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

“Atraksi lumba-lumba edukatif, sehingga tak ada eksploitasi yang tergolong membahayakan. Peragaan akan berlangsung sejak 19 Februari hingga 23 Maret mendatang,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan