BKD Tamu Pertama Hafidz di Ruangan Bupati

Rabu, 8 April 2015 | 17:29 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz saat kali pertama memasuki ruangan untuk menjalankan tugas. (Foto: Pujianto)

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat kali pertama memasuki ruangannya Rabu (8/4/2015). (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kepala Badan Kepegawaian Daerah Rembang Suparmin menjadi tamu pertama Abdul Hafidz ketika menempati ruangan bupati mulai Rabu (8/4/2015) pagi. Hafidz mengaku merundingkan penataan birokrasi.

Bupati definitif yang dilantik 6 April kemarin itu tidak menyoal penataan ruangan kerja barunya. Dia mengaku cocok dengan posisi meja kerjanya lantaran menghadap ke arah kiblat, sebagaimana anjuran agama.

Hafidz menolak kepindahannya ke ruangan baru disebut sebagai hari pertama bekerja sebagai Bupati. Dia mengaku hanya melanjutkan tugas pembangunan yang sudah berjalan. Dia juga tidak mengumpulkan dinas-dinas di Pemkab, meski tamu yang berkunjung ke ruangannya mengalir sejak pagi.

“Jangan dibilang hari pertama lah Mas. Saya kan hanya melanjutkan tugas saja. Agenda banyak. Tamu juga banyak. Seperti biasa,” ungkapnya.

Sebelumnya, sewaktu masih menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati, Abdul Hafidz sehari-hari berkantor di ruangan wakil bupati. Hafidz mesti pindah ke ruangan bupati, setelah dilantik secara definitif. Hal itu demi layanan yang lebih representatif.

Apalagi secara interior dan kelengkapan, ruangan Bupati lebih komplet. Selain sofa mewah, di ruangan bupati juga tersedia televisi layar datar berukuran besar dan dapur. Fasilitas ini tidak terlengkapkan di ruangan wakil bupati.

Hafidz mengaku perlu menyatukan persepi di kalangan dinas dan instansi Pemkab Rembang soal statusnya yang kini tidak lagi Plt. Dinas perlu tahu melalui konsolidasi. Seperti diketahui, Abdul Hafidz menjadi Plt Bupati sejak 2013 hingga 6 April 2015.

“Mengumpulkan dinas sih nggak. Hanya perlu menyatukan persepsi saja. Dari sisi administrasi, Plt-nya sudah hilang. Gitu saja. Itu kan dinas perlu tahu,” tandasnya.

Sementara itu dengan jabatan barunya sebagai Bupati, Hafidz mengaku dihadapkan pada persoalan anjloknya harga gabah pada saat panen raya. Menurut dia, Bulog yang sudah over kapasitas, membuat beras petani tak bisa diserap saat panen raya.

Dia menilai, gudang Bulog yang cepat kembali penuh, bisa disebabkan oleh raskin yang dijual lagi ke pedagang setelah diterima oleh masyarakat. Yang demikian perlu ditata lagi, sehingga harga beras bisa lebih stabil.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan