Bikin Onar di Rembang, Puluhan Bonek Diamankan

Kamis, 11 Juli 2019 | 16:32 WIB

Kelompok suporter Persebaya, Bonek, membuat onar di Jalur Pantura wilayah Desa Manggar Kecamatan Sluke, Kamis (11/7/2019) siang. (Foto dikutip dari unggahan akun facebook Fadlun Muh)

SLUKE, mataairradio.com – Puluhan orang berkostum kelompok suporter pendukung Persebaya Surabaya, Bonek, diamankan oleh pihak Kepolisian Sektor Sluke Polres Rembang.

Mereka membuat onar pada Kamis (11/7/2019) siang. Sebagian suporter makan tidak bayar dan menganiaya seorang warga.

Awalnya, para suporter yang ditengarai hendak melawat ke kandang PSS Sleman guna mendukung Persebaya pada 13 Juli 2019, turun di kawasan Rumah Makan Robyong, Sluke, Rembang.

Mereka lalu singgah di rumah makan itu. Ada yang makan, tetapi tidak bayar, sehingga terjadi ricuh.

Mereka menganiaya Darmuji (39) warga Dukuh Pendok Desa Manggar Kecamatan Sluke yang kebetulan di lokasi.

Menurut pengakuan Darmuji, ia disabet parang oleh salah seorang dari mereka. Ia tidak hafal betul wajahnya.

Darji terluka di jari telunjuk kiri dan dahi kiri. Korban sempat dirawat di Puskesmas Sluke, tetapi tidak lama kemudian pulang.

Pihak Polsek Sluke yang kemudian menerima informasi, segera turun ke tempat kejadian.

50-an orang diamankan ke Mapolsek Sluke. Selebihnya kabur ke arah Lasem.

Kapolsek Sluke Iptu Sunandar yang dihubungi mataairradio mengatakan, mereka yang diamankan didata.

Kaos yang mereka kenakan, diminta agar dilepas.

Polisi memeriksa mereka, apakah membawa senjata tajam atau tidak.

Hasilnya, tidak ditemukan celurit, benda tajam, dan sejenisnya.

“Tidak kami temukan senjata tajam apapun,” tegas Kapolsek.

Sementara itu, warga yang mendengar ada suporter melakukan penganiayaan, mendatangi Mapolsek Sluke.

Warga ingin oknum suporter yang bikin onar ditindak tegas.

Guna menghindari kemungkinan warga kalap, puluhan remaja itu dievakuasi ke Mapolres Rembang.

“Kami ganti amankan ke Mapolres Rembang guna pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Soal pelaku, polisi masih kesulitan mengungkap identitasnya.

“Korban dan tukang parkir yang kita harapkan tahu betul wajah pelaku, ragu-ragu,” katanya.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan