Bikin Agrowisata, di Gunem Ada Kampung Pengangguran

Senin, 4 Oktober 2021 | 15:16 WIB

Ika Himawan Affandi pemilik Agrowisata Kampung Pengangguran di Panohan-Gunem, saat diwawancarai mataairradio.com, pada Ahad (3/10/2021) sore, di kebun anggur miliknya. (Foto: Wahyu Salvana)

 

GUNEM, mataairradio.com – Di Desa Panohan, Kecamatan Gunem ada Kampung Pengangguran, yakni sebuah destinasi agrowisata berupa perkebunan anggur, milik Ika Himawan Affandi.

Ika mengungkapkan, destinasi agrowisata yang berlokasi dekat dengan Waduk Panohan itu, sudah ia rintis sejak Desember 2020 lalu. “Desember olah tanah, Januari kita penanaman. Jadi baru sembilan bulan,” jelasnya.

Ada sebanyak delapan varietas dengan 250 batang pohon yang Ika kembangkan di Agrowisata Kampung Pengangguran. Salah satu di antaranya adalah jenis ninel, berwarna merah dan rasanya manis.

Ika menuturkan, buah anggur jenis ini, peminatnya tergolong tinggi, sehingga dijuluki “Anggur sejuta umat”. Selain itu, metode perawatannya juga tidak terbilang sulit, mudah untuk dikembangkan.

“Ada delapan jenis, 250 pohon. Impor semua, batang bawahnya lokal tapi batang atasnya impor. Rasanya manis, besar. Jenis ninel yang paling diminati dan mudah dikembangkan,” tutur Ika saat ditemui mataairradio.com, di kebun anggur miliknya, Ahad (3/10/2021).

Ika yang seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang ini mengungkapkan, tidak ada kesulitan yang ia alami selama mengembangkan agrowisata kebun anggur. Hanya saja pada saat awal-awal, dirinya perlu belajar ekstra.

November sampai Desember nanti, kebun anggur di Kampung Pengangguran milik Ika, sudah mulai masuk musim panen. Ia mengatakan, masa panen kebun anggurnya satu tahun sekali, lantaran tidak menggunakan media plastik UV. Berbeda kalau menggunakan plastik UV, masa panen bisa dua kali setahun.

“Kesulitan nggak ada, di awal perlu belajar lebih, sekarang sudah bisa mengatasi semua. Panennya setahun sekali, kalo pakek plastik uv bisa dua kali. Rencana kita buahkan nanti, November Desember sudah panen,” imbuhnya.

Ika juga menambahkan, satu pohon anggur dengan usia satu tahun mampu berbuah sebanyak lima hingga sepuluh kilogram, itupun tergantung dengan jenisnya.

Ia menjadwalkan, destinasi agrowisata “Kampung Pengangguran” yang luasnya 0.25 hektare itu, akan dilaunching dan dibuka untuk umum pada Desember 2021 mendatang.

“Kalau umur setahun kisaran 5-10 kilo per pohon. Tergantung jenisnya. Kalau dah di atas dua tahun bisa di atas 10 kilo. Luasnya 0.25 hektare. InsyaALlah Desember launching,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan