Tulisan Biaya UN di Kuitansi SMK YPI Picu Protes

Kamis, 22 Mei 2014 | 16:11 WIB
Sejumlah orang tua siswa SMK YPI Rembang, Kamis (22/5) siang mempertanyakan uang pungutan berkaitan Ujian Nasional. (Foto:Pujianto)

Sejumlah orang tua siswa SMK YPI Rembang, Kamis (22/5) siang mempertanyakan uang pungutan berkaitan Ujian Nasional. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sejumlah orang tua siswa SMK YPI Rembang, Kamis (22/5) siang mempertanyakan uang pungutan berkaitan Ujian Nasional di sekolah itu. 68 siswa yang menempuh ujian nasional tahun ini dipungut Rp800 ribu.

Arif Abidin, perwakilan dari orang tua siswa mengatakan, kuitansi dari sekolah bertuliskan untuk membayar UN. Padahal menurutnya, biaya UN sudah ditanggung Pemerintah. Dia mengaku datang untuk klarifikasi kepada Kepala Sekolah.

Sebenarnya orang tua siswa tidak menyoal, jika uang tersebut jelas penggunaannya. Sebab biaya sebesar Rp800 ribu per siswa kali 68 siswa yang pada akhirnya semua lulus UN, dianggap berat.

Kepala SMK YPI Arif Purwanto sedang tidak berada di sekolah. Perwakilan orang tua siswa ini ditemui oleh Wakil Kepala serta Bendahara Sekolah. Bekti, Bendahara SMK YPI Rembang menyebut ada kesalahpahaman, sehingga memicu protes dari orang tua siswa.

Menurutnya, uang Rp800 ribu yang dipungut dari setiap siswa bukan untuk membayar Ujian Nasional, melainkan untuk keperluan lain. Dia menyebut keperluan lain itu di antaranya biaya pemadatan pembelajaran, dua kali try out UN, dan perpisahan.

Bekti mengklaim, setiap siswa sebelumnya telah diberi surat edaran untuk disampaikan kepada orang tua. Di surat itu sudah muncul rincian penggunaan uang tersebut. Pihaknya menduga surat itu tidak sampai ke orang tua.

Martini, Bendahara UN SMK YPI Rembang membenarkan, kuitansi pembayaran dari setiap siswa memang tercantum membayar UN. Dia menduga, tulisan di kuitansi itu yang memunculkan salah tanggap dari orang tua siswa.

Ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi, dengan memuat rincian item pembayaran dari setiap siswa di kuitansi. Mendapat penjelasan seperti itu, orang tua bisa mengerti. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan