Beton Pandangan-Sedan Diklaim Setara Pantura

Rabu, 1 Oktober 2014 | 14:17 WIB
Jalan Pandangan-Gandrirojo akan di cor dengan tebal beton  30 centimeter dengan kekuatan 400 kilogram per centimeter atau K400. (Foto:Rif)

Jalan Pandangan-Gandrirojo akan di cor dengan tebal beton 30 centimeter dengan kekuatan 400 kilogram per centimeter atau K400. (Foto:Rif)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Kualitas beton yang akan digunakan untuk peningkatan ruas jalan antara Pandangan Kecamatan Kragan hingga Gandrirojo Kecamatan Sedan diklaim oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang setara dengan yang dipakai untuk pengerjaan jalan di Jalur Pantura.

“Tebal beton untuk jalan Pandangan-Gandrirojo 30 centimeter dengan kekuatan 400 kilogram per centimeter atau K400. Ini standar pantura,” kata Sigid Widyaksono Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang, Rabu (1/10) pagi.

Dia menjelaskan, pembetonan jalan Pandangan-Gandirojo dengan beton standar pantura karena jalur ini banyak dilalui angkutan berat dan ramai. Dia pun menyebut, belum ada jalan beton di Rembang yang menggunakan K400.

“(Kualitas beton) Ini mungkin yang paling tinggi kualitas teknisnya sepanjang pengerjaan pembetonan jalan di Rembang. Lainnya rata-rata K250 dan K300,” terangnya.

Secara administrasi, kontrak pekerjaan peningkatan jalan di ruas tersebut dilakukan pada 29 September 2014 dan pelaksanaannya terhitung pada tanggal yang sama. Dia menyebutkan, penyelesaian pembetonan ditentukan 90 hari.

“Pelaksanaan pekerjaan 90 hari, terhitung sejak penandatanganan kontrak hingga 27 Desember 2014. Pekerjaan ini dilakukan oleh PT Bangun Makmur Utama Semarang dengan nilai kontrak Rp13,8 miliar,” katanya menambahkan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga Rabu (1/10) siang, pekerjaan masih terbatas pada pengukuran-pengukuran, sedangkan pekerjaan fisik belum ada. Jalan Pandangan-Gandrirojo akan dibeton sepanjang 3,5 kilometer dengan lebar tujuh meter.

Pembetonan dilakukan pada beberapa titik, masing-masing 1,5 kilometer di 1,5 kilometer dari Pandangan, kemudian 300 meter masing-masing di nomor stasiun (STA) 3600 dan 5200, serta 1,5 kilometer di STA 6200 di wilayah Nganguk Gandrirojo Kecamatan Sedan. “Khusus di ruas Nganguk itu disertai penataan saluran,” pungkasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan