Besaran Jatah Dana CSR Merosot, PLTU Disorot

Minggu, 4 September 2016 | 20:15 WIB
Cerobong asap PLTU Sluke. (Foto: Pujianto)

Cerobong asap PLTU Sluke. (Foto: Pujianto)

 

SLUKE, mataairradio.com – Besaran alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari pihak PLTU Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) di wilayah Desa Leran Kecamatan Sluke dirasakan merosot dari tahun ke tahun.

Kepala Desa Leran Imron Rosyadi kepada awak media mengungkapkan bahwa sudah dua tahun terakhir ini tidak ada lagi pembagian sembako dari PLTU PJB kepada warga menjelang hari raya Idul Fitri.

Atas kenyataan tersebut, ia menyatakan kecewa karena selama ini sebagian dari warganya yang mempertanyakan hal tersebut, bahkan banyak yang mengeluhkannya, sehingga PLTU PJB dianggap kian tidak peduli kondisi warga di ring pertama.

“Padahal sebagian warga kami yang tinggal berhimpitan dengan PLTU terkena dampak debu yang timbul dari aktivitas pembakaran batu bara di tiap harinya,” katanya.

Menurut Imron, sejak ditangani oleh Pembangkitan Jawa-Bali, penyaluran dana CSR menjadi berkesan formalitas saja karena pelatihan yang digelar bagi warga setempat misalnya, nyaris tidak ada tindak lanjutnya.

“Idealnya dana CSR diserahkan langsung kepada pemerintah desa dan digunakan sesuai kebutuhan masyarakat. Banyak yang menyampaikan keluhan soal itu kepada saya,” tandasnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Desa Pangkalan Sunardi juga mengatakan bahwa dana CSR akhir-akhir ini disalurkan dalam bentuk pelatihan kepada warga, tetapi pengelola pelatihan adalah PJB.

“Seusai pelatihan, selesai begitu saja, sehingga kurang efektif. Soal pembagian sembako yang tidak ada, saya sudah sampaikan ke PLTU. Hingga kini belum ada jawaban,” katanya.

Ia berharap, Pemkab Rembang turun tangan untuk menjembatani persoalan ini. Sebab, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seharusnya PLTU bisa memberikan manfaat kesejahteraan bagi warga sekitar.

Manajer PLTU PJB Sluke, Yudhy Bhagaskara menyatakan bahwa kebijakan perusahan pada saat ini memang tidak memperbanyak charity atau amal.

Menurutnya, perusahaan selama ini lebih memilih memperbesar pemberdayaan masyarakat di ring pertama lewat kegiatan seperti pembekalan kompetensi.

“(Soal CSR dalam bentuk bantuan paket sembako) Kami akan komunikasikan degan Kantor Pusat. Sebab kebijakan CSR adalah ranahnya Kantor Pusat,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan