Berteduh di Tepi Selokan, Warga Punggurharjo Terseret Banjir

Rabu, 4 April 2018 | 10:27 WIB

Warga melihat proses pencarian Naning Afriyani (40) di sungai Babagan Lasem. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

 

LASEM, mataairradio.com – Warga digegerkan hilangnya Naning Afriyani (40) warga RT 01 RW 01 Desa Punggungharjo Kecamatan Pancur pada Selasa (3/4/2018) malam sekitar pukul 19.00.

Korban diduga terperosok selokan dan hanyut saat berteduh dengan suaminya yang bernama Dwi Narta dari hujan lebat.

Kepala Seksi Kedaruratan pada BPBD Kabupaten Rembang Pramujo mengatakan Awalnya, korban bersama suami berencana pulang namun tengah perjalanan turun hujan lebat sehingga memutuskan untuk berhenti dan berteduh.

Suami korban memutuskan menuntun sepeda motor yang ditungganginya, sedangkan korban berteduh didepan sebuah toko.

Setelah sampai di Gapura Desa Jolotundo Lasem dan memarkir kendaraan, sang suami kemudian menjemput istrinya yang berteduh di depan toko. Setelah sampai dilokasi ternyata korban sudah tidak ada di tempat. Sedangkan sandal milik istrinya di temukan di tepi selokan tak jauh dari tempat berteduh.

Pramujo menegaskan sampai Rabu (4/4/2018) pagi pihaknya sudah menyusuri sungai mulai dari tempat kejadian perkara (TKP) sampai sungai Babagan belum ada tanda-tanda ditemukan.

“Belum, belum ada tanda-tanda Mas, padahal sudah berkali-kali kami susuri sungai dari TKP sampai sungai Babagan sejak tadi malam,” terangnya.

Pihak BPBD menerjunkan 10 personilnya dibantu oleh oleh Basarnas Jepara dan beberapa relawan untuk terus menyusuri sungai.

Pramujo menegaskan akan mengoptimalkan semua sumberdaya untuk menemukan korban.

“Akan kami optimalkan semua sumberdaya Mas, harapannya segera ditemukan,” pungkasnya.

 

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Arif Bahtiar

Bagikan untuk keluarga Anda!



3 comments
  1. mien

    April 4, 2018 at 4:32 pm

    bagaimana kelanjutan berita ini apakah sudah ditemukan?

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan