Berkas Perkara Kasus Hibah Fiktif Segera Masuk Pengadilan

Selasa, 1 September 2015 | 19:30 WIB
Kasi Pidsus Kejari Rembang Eko Yuristianto. (Foto: Pujianto)

Kasi Pidsus Kejari Rembang Eko Yuristianto. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Berkas perkara sekaligus 6 tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah fiktif APBD Rembang tahun 2013 sebesar Rp40 juta akan segera dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri Rembang ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Semarang, pada pekan ini.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Rembang Eko Yuristianto, Selasa (1/9/2015) pagi mengatakan, berkas perkara Salimun, M Sholikul Anwar, dan Ali Maksum sudah lebih dulu siap. Kini menyusul lengkap, berkas Anggota DPRD; Nurhasan dan koleganya; Umy Qoyyimah serta Kabag Kesra Abdullah.

“Apakah nanti para tersangka akan ganti ditahan di Semarang, kami masih menunggu perintah pengadilan,” katanya ketika dihubungi mataairradio.

Kasi Pidsus memastikan, berkas perkara dan para tersangka, akan dilimpahkan secara bersamaan ke Pengadilan Tipikor. Tetapi pihak kejaksaan kini masih mengkaji jerat pasal bagi ketiga tersangka; Salimun, Anwar, dan Ali Maksum.

“Apakah yang tiga tersangka itu dijerat Pasal 2 ataukah Pasal 3 Undang-Undang tentang Tipikor, masih kami kaji. Kasihan kalau dikenai Pasal 2. Berat,” katanya.

Pasal 2 ancaman pidananya minimal 4 tahun, sedangkan Pasal 3 ancamannya paling singkat satu tahun. Kejari mempertimbangkan mengenakan Pasal 3 bagi tiga tersangka tersebut, karena mereka menjadi jusctice collaborator atau pembongkar kasus.

“Tetapi jika kajian itu mentok, mereka tetap dijerat Pasal 2 dan kami limpahkan bareng,” tandasnya.

Disinggung mengenai batas akhir penahanan terhadap tiap tersangka dalam kasus dugaan korupsi berkedok bantuan untuk mushala di Desa Bogorejo , kejaksaan merinci, untuk tersangka Salimun, Anwar, dan Ali Maksum akan habis 26 September ini.

Sementara untuk tersangka Nurhasan, masih bisa diperpanjang lagi, 20 hari, jika ternyata penyidikannya masih harus disempurnakan. Kejari tidak menahan Abdullah dan Umy Qoyyimah karena pertimbangan subyektif. Tetapi Kasi Pidsus menegaskan, mereka akan dilimpahkan secara bersama ke pengadilan.

 
Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan