Berkas Lima Tersangka Kasus Mushala Akhirnya Dilimpahkan

Jumat, 18 September 2015 | 17:50 WIB
Berkas perkara tersangka Nurhasan dalam kasus dugaan korupsi hibah fiktif tahun 2013, Jumat (18/9/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Berkas perkara tersangka Nurhasan dalam kasus dugaan korupsi hibah fiktif tahun 2013, Jumat (18/9/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Berkas perkara lima tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah fiktif Mushala Ar Rohmah Desa Bogorejo-Sedan akhirnya dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri Rembang ke Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (18/9/2015) pagi.

Berkas perkara yang dilimpahkan itu untuk tersangka Salimun, M Sholikul Anwar, Ali Maksum, Abdullah, dan Nurhasan. Berkas perkara untuk 1 tersangka lagi yakni Umy Qoyyimah masih belum diselesaikan oleh kejaksaan.

“Yang untuk tersangka Umy, masih kita lengkapi dan akan disusulkan pada pekan depan,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Rembang Eko Yuristianto kepada mataairradio.

Mengenai pasal pidana yang akhirnya dikenakan untuk kelima tersangka tersebut, Kasi Pidsus menjeratnya dengan pasal yang berlapis; Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 8 Undang-undang Tipikor juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

“Ancaman hukumannya paling singkat 1 tahun dan maksimal 4 tahun penjara. Untuk tersangka Nurhasan misalnya, kita kenai primer Pasal 2 dan subsider Pasal 3,” bebernya.

Eko mengaku belum tahu kapan kelima tersangka akan mulai diadili. Tetapi biasanya, paling lama 2 minggu setelah berkas masuk ke pengadilan, sudah bisa masuk sidang. Namun meski berkas dilimpahkan, para tersangka tetap ditahan di Rutan Rembang.

“Penahanan belum bisa kita limpahkan ke Kedungpane. Di sana penuh. Kita ada suratnya. Dibawa staf yang masih di Semarang,” katanya.

Kasus dugaan korupsi dana hibah fiktif dari APBD tahun 2013 Rembang merugikan Negara sebesar Rp40 juta. Perkara ini menyeret Nurhasan yang masih tercatat sebagai anggota dewan aktif.

Kabag Kesra Sekda Rembang Abdullah juga turut terjerat, meski hanya beberapa hari ditahan karena ditangguhkan.

Modus tindak pidana korupsi yang dipakai para tersangka, adalah menyusun proposal yang tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan dan LPj-nya.

Tak ada rehab di Mushala Ar Rohmah, tetapi ada fotonya di LPj yang ternyata dari mushala lain. Nota-nota yang dipakai untuk LPj juga diduga palsu.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan