Bentuk Tugu di depan Pasar Rembang Melenceng dari Perencanaan

Kamis, 28 Desember 2017 | 01:52 WIB

Tugu baru di depan Pasar Rembang, Rabu (27/12/2017) pagi. Renovasi tugu tersebut menelan anggaran lebih dari Rp255 juta. (Foto : Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bentuk tugu di depan Pasar Rembang ternyata melenceng dari rancangan pada saat awal perencanaan.

Ikon batik yang terbuat dari bahan tembaga, tidak sesuai dengan ukuran panel beton. Padahal panel beton itu merupakan dasar peletakan ikon batik tersebut.

Ari Setiadi Kepala Bidang Tata Ruang dan Pembinaan Jasa Konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang menyebut ada kesalahan teknis.

Menurutnya, ikon batik dan panel beton, harusnya sebentuk. Tetapi yang ada sekarang, justru panel betonnya lebih besar.

Ari mengaku sudah meminta rekanan untuk memperbaiki pekerjaan, sehingga antara ikon batik dan panel beton, tidak terkesan tumpang tindih.

“Sudah kami instruksikan kepada rekanan supaya bisa sinkron. Ada kesulitan tersendiri antara plat dengan tembaganya karena dibuat terpisah. Itu kita upayakan untuk rapi,” katanya.

Sementara itu, meskipun rekanan diminta memperbaiki, batas waktu pengerjaan yang diberikan oleh pihak DPUTaru, maksimal tetap tanggal 28 Desember 2017 atau Kamis ini.

Sebab, proyek tugu di depan pasar ini, sesuai kontrak; semestinya selesai pada 21 Desember 2017. Rekanan minta diberikan perpanjangan hingga 28 Desember ini, dan dikabulkan.

Menurut Ari, jika rekanan tidak tuntas memperbaiki pekerjaan hingga Kamis (28/12/2017) ini, maka teknisnya mesti diputus kontrak atau masuk dalam daftar hitam.

Namun keputusan mengenai putus kontrak atau blacklist menjadi wewenang pejabat pembuat komitmen (PPK).

Ari berharap putus kontrak tidak terjadi, mengingat lokasi proyek tersebut berada di tempat publik.

“Memang proyek itu harus jadi supaya bisa dinikmati masyarakat. Kalau sampai putus kontrak, itu disayangkan,” katanya.

Pekerjaan renovasi Tugu Pasar menelan anggaran lebih dari Rp255 juta. Karena molor, maka rekanan didenda sebesar seperseribu dari nilai kontrak per hari kali tujuh hari hingga 28 Desember ini.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan