Belum Sempurna, Pasar Rakyat Wonokerto Diresmikan

Rabu, 6 Juni 2018 | 13:42 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz meninjau Pasar Rakyat Wonokerto setelah meresmikannya pada Selasa (5/6/2018) sore. (Foto: mataairradio.com)

 

SALE, mataairradio.com – Pasar Rakyat di Desa Wonokerto Kecamatan Sale akhirnya diresmikan pada Selasa (5/6/2018) sore kemarin, meskipun beberapa bagian belum sempurna.

Berdasarkan pantauan, bagian kamar mandi dan WC belum dilengkapi bak air dan gayung. Saluran air dibuat sekenanya dan tidak rapi. Musala juga belum layak dipakai dan kotor.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Rembang Akhsanuddin mengatakan, Pasar Wonokerto dibangun dengan prototipe sama secara nasional.

“Kalau tidak pernah melihat pasar seperti ini akan banyak kaget karena dalamnya seperti los untuk khusus jualan daging,” katanya saat memberikan sambutan peresmian.

Ia menegaskan, bangunan Pasar Rakyat Wonokerto itu sudah sesuai dengan prototipe tipe C dari Kementerian Perdagangan yang dibiayai dengan dana tugas pembantuan APBN.

Pasar senilai Rp4,6 miliar yang diresmikan sore itu memiliki 38 kios dan 198 los. Daya tampungnya 237 pedagang.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Rembang Abdul Hafidz berdalih Pemkab tidak bisa memberi model atau sentuhan lain karena semua prototipe ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

“Dana yang dikucurkan tidak boleh dipakai untuk membuat bangunan pendukung seperti pelataran parkir dan saluran. Hanya untuk bangunan murni,” katanya.

Hafidz pun mengaku ingin menyempurnakan pembangunan Pasar Rakyat Wonokerto dengan anggaran daerah, misalnya untuk peningkatan akses.

“Namun waktunya tidak mencukupi. Sebab, kalau pun dianggarkan lewat APBD Perubahan 2018, pembahasannya baru sekitar Agustus atau September, dan pengerjaannya di akhir tahun,” tandasnya.

Sementara itu, meskipun baru diresmikan pada Selasa (5/6/2018) sore kemarin, tetapi para pedagang sudah boyongan dari pasar krempyeng ke pasar rakyat itu pada 31 Mei lalu.

60 orang pedagang yang tadinya jualan di pasar krempyeng, sudah seluruhnya terkaver di pasar baru.

Paguyuban pedagang juga sudah langsung dibentuk. Ketuanya, Eko Cahyanto yang juga Kades Wonokerto. Paguyuban berwenang mengatur pedagang, parkir, kebersihan, dan keamanan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan