Belum Ada Rencana Pembubaran Tim PSIR

Senin, 23 Oktober 2017 | 12:35 WIB

Skuat PSIR pada laga playoff Liga 2 melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, 17 Oktober 2017. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Manajemen PSIR belum memiliki rencana membubarkan tim setelah babak playoff Liga 2 resmi berakhir, belum lama ini.

Namun berdasarkan pantauan, mes pemain PSIR sudah kosong karena para penggawa tim, terutama yang dari luar daerah, sudah balik masing-masing ke daerah asal mereka.

Pelatih PSIR Uston Nawawi yang berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur pun tidak tampak di Rembang.

Sekretaris Manajemen PSIR Budi Suharto membenarkan belum adanya rencana pembubaran tim, termasuk pelatih.

“Kami akan terlebih dahulu membuat evaluasi atas kinerja PSIR sejak awal kompetisi hingga akhir babak playoff kemarin. Baru kita sampaikan ke Ketua Umum PSIR,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, sejak babak playoff Liga 2 berakhir, dengan hasil bahwa PSIR bertahan di Liga 2 musim depan, tak lama kemudian para pemain sudah langsung balik ke daerah.

“Mas Uston juga. Tetapi kemarin waktu ada pertandingan Persebaya All Star lawan Kudus, di Kudus, kita ketemu. Tapi ya tidak mampir Rembang,” tandasnya.

Namun mengenai kontrak kepelatihan Uston di PSIR, Budi menyebutkan, sudah resmi berakhir.

“Kemarin ambil Mas Uston itu, pertimbangannya kan kebutuhan lisensi kepelatihan sebagai syarat wajib klub di Liga 2. Begitu playoff selesai bisa dikatakan Mas Uston selesai,” katanya.

Pada kesempatan lain, Pelatih Uston Nawawi menyatakan siap memaparkan evaluasi tim kepada manajemen dalam sebuah forum resmi.

“Belum ada langkah untuk bicara dengan manajemen secara resmi (mengenai langkah PSIR ke depan). Yang terpenting target terpenuhi,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, PSIR menang dramatis atas Persik Kediri yang sekaligus mengantarkan Laskar Jangkar Keramat sebagai juara Grup F dan bertahan di Liga 2 pada musim depan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan