Belasan Siswa SMP di Rembang Putus Sekolah Jelang UN

Selasa, 5 Mei 2015 | 18:26 WIB
Peserta Ujian Nasional di SMP Negeri 2 Rembang, Senin (4/5/2015). (Foto: Pujianto)

Peserta Ujian Nasional di SMP Negeri 2 Rembang, Senin (4/5/2015). (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Belasan siswa SMP di Kabupaten Rembang diketahui putus sekolah menjelang pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini. Para siswa itu diduga putus dari pendidikannya karena berbagai alasan salah satunya karena memilih menikah di usia dini.

Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Rembang Mutakin mengaku sudah melakukan cek silang atau kroscek ke kepala sekolah dan madrasah begitu menerima laporan 19 peserta ujian absen tanpa disertai keterangan.

“Beberapa dari mereka yang absen itu ternyata menderita sakit (serius) dan diperkirakan tidak mungkin bisa mengikuti UN baik utama maupun susulan. Ini sekolah tidak bisa mencatatnya mengundurkan diri, tetapi disarankan mengulang kelas tiga pada tahun ajaran mendatang,” terangnya.

Selain itu ada yang karena mengikuti keluarga atau saudaranya ke luar pulau. Mutakin mengonfirmasi ada potensi mereka yang putus sekolah itu lantaran memilih menikah.

“Yang ikut keluarga atau saudara ke luar pulau (Jawa) juga ada. Kalau yang karena dipaksa menikah, saya kira tidak ada. Kalau pun ada, menikah karena suka sama suka, tidak karena dipaksa,” tandasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Noor Effendi menambahkan, siswa SMP yang absen pada UN tahun ini, memang ada yang karena potensi ikut boro ke luar pulau bersama keluarga atau saudara.

“Kalau di sini (Rembang), siswa SMP (yang tidak ikut UN) ada yang potensi ikut boro ke luar pulau. Mereka tidak bekerja karena usianya belum cukup. Ya membantu saja lah,” jelasnya.

Mengenai kemungkinan mereka putus sekolah karena faktor biaya pun, dimentahkan oleh Effendi. Pasalnya, biaya pendidikan bagi siswa SMP sudah digratiskan, bahkan kalau sangat miskin, digratiskan penuh.

“Kami akan menjadikan kasus siswa putus sekolah menjelang UN sebagai bahan evaluasi di masa mendatang. Apalagi program Indonesia Pintar yang dirilis Pemerintahan saat ini mengamanatkan kepada daerah agar mengakses anak putus sekolah untuk bisa kembali mengenyam pendidikan,” tegasnya.

Menurut catatan pihak Dinas Pendidikan, 19 siswa yang absen Ujian Nasional tanpa disertai keterangan itu, paling banyak berasal dari wilayah Kecamatan Kragan, disusul dari Sluke, Sale, dan Rembang. Paling banyak dari SMP Darunnajah Kragan.

Sementara, Ujian Nasional untuk siswa tingkat SMP sederajat masih berlangsung hingga Selasa (5/5/2015) ini. Ujian baru akan berakhir pada Kamis 7 Mei nanti.

Dikurangi yang absen tanpa keterangan serta dua orang yang absen karena sakit dan satu orang meninggal dunia, UN SMP diikuti oleh 5.959 siswa.

Adapun 305 peserta Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket B/Wustha atau setara SMP, 29 peserta di antaranya tercatat absen karena lebih memilih bekerja di luar daerah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan