Belasan Penambang Tunggak Pajak Hingga Rp1,4 Miliar

Kamis, 5 Februari 2015 | 20:22 WIB
Aktivitas pertambangan di Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

Aktivitas pertambangan di Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

 
REMBANG, mataairradio.com – Belasan penambang dipanggil Pemkab Rembang, Kamis (5/2/2015). Mereka dikumpulkan karena belum melunasi beban tunggakan pajak mineral jenis tras.

Sekretaris Daerah Rembang Hamzah Fatoni melalui siaran pers yang diterima mataairradio.com mengungkapkan, jumlah tunggakan pajak mineral jenis tras dalam dua tahun terakhir mencapai Rp1,8985 miliar.

Jumlah itu terhimpun dari tunggakan tahun 2013 sebesar Rp648,5 juta dan tahun 2014 Rp1,25 miliar. Artinya, total tunggakan selama dua tahun itu masih tersisa Rp1,475 miliar.

“Dari jumlah tersebut, per 4 Februari kemarin, tunggakan 2013 baru terbayar Rp6,8 juta, sedangkan tunggakan 2014 baru terbayar Rp415,8 juta. Total yang baru terbayar selama dua tahun itu Rp422,6 juta,” ungkap Hamzah.

Sekda juga membeberkan, ada sejumlah usaha tambang baru, jenis batu andesit atau border yang belum melaporkan produksinya sekaligus membayar pajak mineral bukan logam dan batuan kepada Pemkab Rembang.

Hamzah menyinggung pula kepatuhan penambang dalam melakukan pelaporan produksi ke Pemkab Rembang dan pelaporan produksi yang terindikasi jauh dari produk yang semestinya dilaporkan.

“Bagi wajib pajak yang tidak patuh, Pemkab memberikan sanksi administrasi berupa bunga dua persen per bulan, penundaan penerbitan perpanjangan perizinan, bahkan pencabutan izin dan atau penutupan usaha,” tegasnya.

Pemkab meminta kepada wajib pajak untuk segera melunasi tunggakan pajak, meningkatkan kepatuhan di bidang perpajakan secara tepat waktu, jumlah, dan pembayaran.

“Khusus penambang batu andesit atau border untuk segera melaporkan jumlah produksi tahun 2014 dan tahun 2015 sebagai dasar penetapan pajak,” tandasnya.

Sementara itu, untuk menyelesaikan tunggakan tersebut, Pemkab telah memberikan beberapa opsi kepada wajib pajak.

“Pertama semua utang dibayar lunas sekali bayar, termasuk ditambah denda. Kedua, semua utang dibayar lunas sekali bayar, untuk denda dibayar dengan cara mengangsur dengan mengajukan permohonan kepada Pemkab,” katanya.

Selain itu, penambang batu andesit wajib melaporkan produksi tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat pembayaran.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan