Belanja Daerah Rembang Naik Rp456 Miliar pada 2016

Rabu, 25 November 2015 | 14:28 WIB
Rapat Paripurna pengesahan RAPBD 2016 Rembang, Rabu (25/11/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)

Rapat Paripurna pengesahan RAPBD 2016 Rembang, Rabu (25/11/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Rancangan APBD 2016 disahkan oleh DPRD Rembang dengan kenaikan nilai alokasi belanja daerah hingga sebesar Rp456 miliar.

Kenaikan nilai anggaran belanja daerah itu terungkap pada rapat paripurna pengesahan RAPBD 2016 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Rembang, Selasa (25/11/2015) siang.

Pada APBD Induk 2015, nilai belanja daerah Rembang Rp1,481 triliun, sedangkan pada RAPBD 2016, naik menjadi Rp1,937 triliun. Menurut ringkasan R-APBD 2016, belanja daerah didominasi belanja tidak langsung sebesar Rp1,151 triliun.

Pos belanja tidak langsung, paling banyak dipakai untuk belanja pegawai dengan nilai Rp809,49 miliar, sedangkan sisanya dipakai untuk belanja hibah Rp8,2 miliar, belanja bantuan sosial Rp6,47 miliar, dan belanja bunga Rp37 juta.

Sementara pada pos belanja langsung yang sebesar Rp786 miliar, dipakai Rp389,1 miliar untuk belanja modal, Rp258,4 miliar untuk belanja barang dan jasa, serta Rp138,3 miliar dipakai untuk belanja pegawai.

Dari total belanja daerah yang Rp1,937 triliun, jumlah pendapatan daerah hanya Rp1,596 triliun, sehingga terjadi defisit Rp340,69 miliar. Defisit ini ditutup dengan sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp352,97 miliar.

Silpa tersebut juga dipakai untuk membayar penyertaan modal daerah sebesar Rp12,27 miliar dan pembayaran pokok utang sebesar Rp55 juta. Jadi, RAPBD 2016 tetap seimbang antara pendapatan dan belanja.

“Dari pengesahan RAPBD 2016, yang perlu dipastikan pengawalannya adalah pelaksanaan terkait alokasi dana desa yang meningkat menjadi Rp900 juta sampai Rp1 miliar per desa,” ujar Anggota Komisi A DPRD Rembang Puji Santoso.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan