Bediang Ludeskan Rumah dan Empat Kambing di Pohlandak

Minggu, 25 Januari 2015 | 17:31 WIB
Ilustrasi (Foto:worldradio.ch)

Ilustrasi (Foto:worldradio.ch)

 
PANCUR, mataairradio.com – Satu unit rumah milik Ngalimun (80) warga Desa Pohlandak Kecamatan Pancur, ludes terbakar, Sabtu (24/1/2015) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Selain rumah kayu berukuran 6×9 meter, empat ekor kambing juga mati terpanggang dalam peristiwa kebakaran ini.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran dipicu api bediang. Seperti diketahui, sebagian warga kampung yang memiliki ternak, kerap menyalakan bediang untuk mengusir nyamuk.

Diduga, bediang tercecer oleh ulah kambing, sehingga api mengenai dinding bambu dan terjadi kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Rembang Sarpani mengaku sempat ragu begitu mendapat kabar kebakaran karena saat itu baru saja usai turun hujan.

“Namun setelah dikonfirmasi, ternyata benar. Sesampainya di lokasi, rumah sudah ludes. Namun pemadaman tetap dilakukan, agar api tak menjalar,” kata Sarpani.

Akibat kebakaran ini, keluarga Ngalimun tidak mengungsi ke tetangga atau kerabat terdekat. Pasalnya, rumah yang terbakar itu termasuk rumah di bagian belakang.

“Sementara rumah yang bagian depan, yang terbuat dari tembok, masih bisa ditempati,” tuturnya yang dihubungi di lokasi kejadian.

Menurut Sarpani, tidak ada pilihan selain merobohkan rumah bagian belakang itu, karena saat pertama kali diketahui, api sudah berkobar besar.

Itu pun bukan sang pemilik rumah yang tahu, melainkan tetangga terdekat. Tetangga yang berdatangan, langsung berusaha melokalisir api.

Polisi yang kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, juga menyimpulkan bahwa kebakaran dipicu oleh api bediang.

“Soal nilai kerugian material, dari data polisi, mencapai Rp25 juta, termasuk empat ekor kambing yang terbakar,” bebernya.

Sarpani menambahkan, musim hujan tidak lantas menjadikan warga untuk tidak waspada kebakaran. Api bediang dan lilin yang dinyalakan saat listrik PLN padam, juga mesti selalu diwaspadai.

“Apalagi, hanya berselang dua jam sebelum peristiwa di Pohlandak itu, kebakaran juga terjadi di Desa Mojosari Kecamatan Sedan,” ujarnya.

Satu unit rumah milik keluarga Haji Samat ludes dilalap api. Kebakaran terjadi akibat api lilin yang lupa dimatikan, setelah listrik menyala dari padam.

“Yang di Mojosari itu, kami tak sampai menjangkau lokasi, karena sewaktu baru sampai Jape (Japerejo Kecamatan Pamotan) sudah dikabari warga jika api sudah padam diguyur hujan,” imbuhnya.

Sabtu (24/1/2015) siangnya, si jago merah dilaporkan mengamuk dan membakar gudang jerami di Karangmencol Desa Sumberjo Kecamatan Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan