Beberapa Tempat Wisata Di Rembang Terpantau Sepi Pengunjung

Jumat, 5 Juli 2019 | 14:19 WIB

Tempat wisata Taman Hijau Semenggah di Desa Padaran Kecamatan Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Beberapa tempat wisata yang ada di Rembang terpantau sepi dan mengalami penurunan (minim) pengunjung. Padahal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berupaya untuk memperbanyak tempat wisata agar kunjungan wisatawan meningkat sehingga pendapatan asli daerah (PAD) juga ikut meningkat.

Permasalahan sepinya beberapa tempat wisata disinyalir karena tidak adanya inovasi dan tambahan wahana di tempat wisata tersebut.

Sifa salah satu pengunjung tempat wisata baru yaitu Taman Hijau Semenggah di Desa Padaran Kecamatan Rembang menyatakan jika tempat wisata tidak dikembangkan oleh pengelolanya maka pengunjung yang sudah pernah mengunjungi tepat wisata tersebut menjadi bosan dan tidak berkunjung kembali.

Dirinya menyebutkan beberapa tempat wisata seperti Omah Asem di Desa Sridadi Kecamatan Rembang dan juga flying fox di Desa Sendangcoyo saat pertama dibuka sangat ramai namun akhir-akhir ini terlihat sepi.

Perempuan asal Pancur ini menambahkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di beberapa desa wisata seharusnya banyak belajar dengan menejemen di Pantai Karangjahe yang bisa mengembangkan potensi desanya sehingga tempat wisatanya bertambah ramai dan juga banyak wahana baru sehingga pengunjung tidak menjadi bosan.

Selain itu Pemkab juga harus mengfasilitasi para pemuda desa yang mencoba mengembangkan potensi desanya. Misalnya membuat paket wisata di Rembang sehingga beberapa desa wisata banyak dikunjungi wisatawan.

“Kalau tidak ada inovasi di tempat wisata ya satu kali datang sudah Mas, gak balik lagi,” ungkapnya.

Sirojudin salah seorang pengelola Taman Hijau Semenggah mengaku pengunjung terbanyak dalam catatannya mencapai seribu pengunjung yaitu pasca pembukaan dan bertepatan dengan lebaran. Namun hari-hari biasa seperti sekarang ini masih bertahan sekitar 100-200an pengunjung.

Untuk menikmati indahnya taman tersebut pengunjung hanya dikenai tarif sebesar Rp3000 per orang ditambah dengan tarif parkir sebesar seribu rupiah.

Dengan tarif yang murah tersebut, pengunjung bisa mengambil foto sepuasnya, dengan latar belakang bunga yang berwarna-warni sangat bagus untuk dipajang di media sosial pribadi.

Disinggung adanya pengembangan tempat wisata tersebut, Sirojudin menyatakan bahwa pihaknya akan memperlebar lahan dan juga menanaminya dengan jenis bunga yang berbeda. Dirinya menyatakan tambahan wahana lain seperti tepat outbond belum terfikirkan karena membutuhkan lahan yang luas.

“Kalau outbond belum Mas, karena lahan yang diperlukan cukup luas, saat ini kami akan menambah spot foto dan juga bunga jenis yang lain,” pungkasnya.

Dirinya berharap Rembang menjadi salah satu kabupaten yang mempunyai tempat wisata cukup banyak sehingga ekonomi warga sekitar tempat wisata bisa terangkat.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan