Bea Balik Nama Gratis Masih Sepi Peminat di Rembang

Senin, 11 April 2016 | 15:12 WIB
Suasana pelayanan di UP3AD atau Samsat Rembang, Selasa. (Foto: Pujianto)

Suasana pelayanan di UP3AD atau Samsat Rembang, Selasa. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Program bea balik nama kendaraan bermotor gratis yang berlaku sejak 1 April 2016 masih sepi peminat di Kabupaten Rembang, setidaknya sampai Senin (11/4/2016) pagi.

Padahal menurut Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Rembang Njoto Legowo, kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat yang berplat nomor luar Jawa Tengah berkisar antara 10-20 persen.

“Mungkin karena publikasinya baru kita mulai, jadi belum banyak yang memanfaatkan program ini,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Selain itu, ia juga menduga, belum ramainya pengurusan balik nama, lantaran calon pemohon masih mengurus pencabutan berkas kendaraan dari daerah asal.

“(Penggratisan bea balik nama kendaraan bermotor) Jelas untuk menggali objek. Masak (kendaraan bermotor) sudah beroperasi di wilayah Jawa Tengah atau Rembang, tapi pajaknya masih masuk di luar Jawa Tengah. Jadi, kurang pas,” tandasnya.

Njoto juga menjelaskan, setelah mencabut berkas dari daerah setempat kendaraan, pemohon tinggal memasukkannya ke UP3AD atau yang dahulu dikenal sebagai Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Rembang.

“Setelah dicabut, pemohon cukup mengisi formulir permohonan pembebasan. Formulirnya ada di sini (Samsat Rembang). BBN-nya gratis, tinggal bayar pajaknya saja,” bebernya.

Program bea balik nama kendaraan bermotor gratis berlaku sampai dengan 31 Desember mendatang. Ia berharap dengan menggratiskan bea balik nama, pendapatan asli daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor akan meningkat.

“Program ini berlaku serentak di seluruh Samsat di Jateng,” tegasnya.

Dengan program bea balik nama kendaraan bermotor gratis, Njoto juga berharap agar pemilik yang menunggak pajak, bisa kembali aktif.

“Sebab, sampai dengan akhir 2015, kita masih punya 23.826 objek pajak yang menunggak. Kalau dirupiahkan sekitar 21 miliar,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan