Bayu Akan Mundur, Hafidzin: Bukan Jadi Masalah Besar PPP

Saturday, 18 July 2020 | 10:24 WIB

Ilustrasi. (Foto: dpwpppjateng.or.id)

REMBANG, mataairradio.com Rencana mundurnya Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto dari pendaftarannya menjadi bakal calon wakil bupati (Bacawabup) di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinilai tidak menimbulkan masalah besar bagi partai berlambang Ka’bah itu.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PPP Rembang Hafidzin mengungkapkan, secara partai, pihak Bayu belum melayangkan surat resmi ihwal pencabutan pendaftaran Bacawabup.

“Secara partai, belum ada surat resmi yang masuk terkait pencabutan Bacawabup, seperti yang dilakukan Pak Harno saat mundur dari Bacawabup PPP,” ungkapnya, Jum’at (17/07/2020) sore.

Menurut Hafidzin, secara aturan rencana mundurnya Bayu Andriyanto dari Bursa Penjaringan Bacawabup PPP, sah dan tidak menimbulkan permasalahan.

“Hal keinginan politik Pak Bayu untuk mundur dari Bacawabup sah-sah saja. Dan hal itu bukan menjadi masalah besar untuk PPP,” tegasnya saat dimintai tanggapan oleh mataairradio.com.

Rencana mundurnya Bayu Andriyanto membuat jumlah usulan nama Bacawabup PPP berkurang, menjadi sisa dua nama.

Sebelumnya, ada empat daftar nama Bacawabup yang diusulkan DPC PPP Rembang ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.

Yakni wakil Bupati petahana, Bayu Andriyanto, Wakil Ketua DPC PPP Zaimul Umam (Gus Umam), ketua DPC Demokrat Harno, dan seorang pengusaha meubel Arifin.

Dari empat nama tersebut, dua di antaranya mundur terlebih dahulu sebelum keputusan rekomendasi dari DPP PPP turun.

Dua nama Bacawabup yang mundur itu adalah Harno dan akan disusul Bayu Andriyanto.

Disinggung apakah mesti dua nama tersebut yang bakal dipilih, Hafidzin menjawab kewenangan rekomendasi ada di DPP.

“Sehingga sangat memungkinkan nama yang muncul di luar dua nama tersebut. DPC saat ini hanya menunggu hasil rekomendasi,” pungkasnya.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan