Bawaslu Rembang Temukan 618 Pemilih Bermasalah

Selasa, 16 Oktober 2018 | 00:57 WIB

Komisioner KPU Kabupaten Rembang Maftukhin. (Foto dikutip dari laman jawapos radar kudus)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang menemukan 618 data pemilih bermasalah pada Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019.

Data pemilih yang bermasalah tersebut lantaran tidak memenuhi syarat (TMS).

Maftuhin Komisiner Bawaslu Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga menyatakan, ratusan pemilih bermasalah tersebut ditemukan saat pihaknya melakukan pencermatan terhadap DPTHP yang dikeluarkan KPU Rembang beberapa waktu yang lalu.

Pencermatan ini dilakukan oleh Jajaran Bawaslu Rembang hingga di tingkat yang paling bawah yakni tingkat desa.

“618 pemilih yang tidak memenuhi syarat tersebut rinciannya, 365 pemilih sudah meninggal dunia, 207 pemilih pindah domisili.

Lalu 29 pemilih berpotensi ganda, 15 pemilih tidak dikenal, dan satu orang anggota TNI, serta seorang lagi dibawah umur,” bebernya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga menemukan sebanyak 182 pemilih yang sudah memenuhi syarat namun belum terdaftar dalam DPTHP.

Selain itu Bawaslu RI menemukan data anomali yakni potensi kesalahan penulisan data kependudukan meliputi NIK, alamat, usia 17 tahun, dan tanggal lahir, sejumlah 1046 pemilih.

“Dengan rincian dua pemilih anomali nama, 764 anomali NIK, 31 anomali alamat, 220 anomali usia 17 tahun, dan 29 anomali tangal lahir,” imbuhnya.

Pihaknya akan segera melayangkan surat kepada KPU setempat agar segera menindaklanjuti temuan tersebut.

“Siang ini (15/10/2018), kita akan sampaikan temuan pemilih bermasalah kepada KPU agar segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Maftukhin menegaskan, agar jangan sampai orang yang memenuhi syarat untuk memilih malah tidak bisa memilih, begitu juga sebaliknya.
Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan