Bawaslu Butuh 2.171 Orang Pengawas TPS

Senin, 4 Februari 2019 | 20:24 WIB

Ketua Bawaslu Rembang, Totok Suparyanto. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang akan merekrut sebanyak 2.171 orang untuk ditugaskan sebagai Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dalam Pemilu serentak pada 17 April 2019 mendatang.

Ketua Bawaslu setempat Totok Suparyanto mengatakan, tahap pengumuman pendaftaran di mulai pada Senin (4/2/2019) pagi hingga 10 Februari 2019 mendatang.

Sebagai persyaratan pendaftaran, para calon peserta PTPS harus menyerahkan dokumen persyaratannya di masing-masing kantor Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) setempat.

“Persyaratan yang diperlukan diantaranya adalah berusia minimal 25 tahun dibuktikan dengan KTP-El, kemudian pendidikan terakhir minimal SMA atau sederajat dibuktikan dengan ijazah, lalu surat sehat dari pihak Puskesmas atau rumah sakit,” paparnya.

Dia mengungkapkan, jika Pengawas TPS dalam satu desa tidak ada, maka kemungkinkan akan diisi oleh Pengawas TPS dari daerah lain sepanjang masih dalam lingkup Kabupaten Rembang.

Totok mengatakan, tugas Pengawas TPS sendiri selain mengawasi jalannya pemilu ditiap TPS, juga membantu Bawaslu untuk pengawasan selama masa sosialisasi.

“Honor untuk masing-masing Pengawas TPS sebesar Rp550 ribu, sejak dilantik sampai selesai pemilu dengan durasi waktu sekitar satu bulan. Selain memperoleh gaji pokok, PTPS juga akan menerima gaji tambahan ketika mengikuti bimbingan teknis (Bintek) atau pembekalan,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, supaya masyarakat antusias dalam menyukseskan Pamilu 2019, salah satunya melalui ikut berpartisipasi menjadi PTPS.

 

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan