Bawa Narkoba, Tukang Bangunan Diringkus Polisi

Kamis, 10 Januari 2019 | 12:25 WIB

Tersangka kasus Narkoba Muhammad Agung (25) warga Desa Tritis Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara saat di sel tahanan Polres Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) meringkus seorang kuli bangunan bernama Muhammad Agung (25) warga Desa Tritis Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.

Agung ditangkap karena kedapatan membawa Narkoba jenis sabu seberat 0,25 gram pada Kamis (10/1/2019) pagi.

Kasat Resnarkoba pada Polres Rembang AKP Bambang Sugito menyebutkan bahwa pelaku ditangkap di salah satu swalayan di Desa Ngotet Kecamatan Rembang.

Pelaku menyimpan dan menyembunyikan paket sabu tersebut dalam sebuah plastik klip bening yang digulung dengan isolasi, kemudian ditaruh di dalam tas.

“Kita tangkap di Alfamaret Desa Ngotet Mas,” ungkapnya.

Saat ini barang bukti berupa paket sabu seberat 0,25 gram dan uang tunai sebanyak Rp 50 ribu serta sebuah tas warna coklat diamankan oleh petugas.

Bambang menceritakan kronologi penangkapan bermula dari aduan masyarakat yang merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku, hal tersebut karena warga merasa tidak kenal dengan pelaku namun mondar-mandir disekitar pemukiman warga.

Setelah ada yang melapor ke petugas, kemudian pihak kepolisian melakukan pemeriksaan kepada pelaku yang berada di sekitar Alfamart dan diketahui memiliki Narkoba jenis sabu.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, saat ini tersangka diamankan di rutan Polres Rembang dan dijerat dengan UU nomor 35 tahun 2019 tentang Narkotika Pasal 114 sub 112, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara, denda Rp 800 juta.

“Harapannya di wilayah Rembang kita bisa meminimalisir peredaran Narkoba Mas,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor : Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan