Perajin Batik Lasem Kecewa Gagal Pameran di Inacraft

Rabu, 19 Maret 2014 | 15:31 WIB
Santoso, saat membatik di gerai batik Pusaka Beruang, baru-baru ini. (Foto Citizen)

Santoso, saat membatik di gerai batik Pusaka Beruang, baru-baru ini. (Foto Citizen)

LASEM, MataAirRadio.net – Sejumlah perajin batik tulis lasem mengaku kecewa setelah gagal masuk pameran bergensi di Inacraft 2014. Kegagalan itu lantaran hampir semua perajin batik tulis lasem tidak tergabung dalam Asephi atau asosiasi eksportir dan produsen kerajinan Indonesia. Inacraft 2014 akan digelar pada akhir April mendatang di Balai Sidang Jakarta atau Jakarta Convetion Centre.

Santoso, salah seorang perajin batik tulis lasem mengatakan, dirinya bersama perajin lain sudah berusaha masuk ke Asephi. Namun dia menyebut langkah menuju Asephi, cukup susah. Menurutnya, karena berlingkup nasional, persaingan menjadi anggota asosiasi cukup ketat. Jangankan menjadi anggota, Santoso juga menyebut, anggota yang ingin ikut pameran juga harus memesan lapak atau gerai jauh hari.

Pameran Inacraft cukup didamba oleh perajin batik tulis agar produk kerajinan mereka dapat naik ke jenjang yang lebih tinggi dan mengangkat produk kerajinan Indonesia yang memiliki nilai jual. Berdasarkan pengalaman di tahun lalu, Inacraft menampung peserta dari mancanegara seperti Thailand, Iran, dan Malaysia.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Rembang Muntoha membenarkan bahwa Inacraft merupakan pameran bergengsi di Indonesia. Hampir seluruh perajin handicraft di Indonesia mengikuti pameran tersebut.

Dia menjelaskan, Inacraft diselenggarakan oleh asosiasi eksportir dan produsen kerajinan Indonesia (Asephi) dan didukung oleh beberapa kementerian serta BUMN yang terkait dengan pembinaan UKM dan koperasi. Pada 2013 lalu, Inacraft diikuti oleh sekitar 1.300 peserta perusahaan kerajinan baik produsen maupun eskportir dari 33 provinsi di Indonesia.

Muntoha pun mengonfirmasi, usaha para perajin untuk masuk ke Asephi cukup susah. Namun dari kegagalan ini, pihaknya berjanji untuk memfasilitasi pendirian Asephi di Rembang. Dalam waktu dekat, dia akan mengomunikasikan rencana itu dengan para perajin.

Sementara itu, dari catatan perhelatan Inacraft 2013, produk kerajinan seperti batik tulis mulai bisa merebut pasar internasional karena kerajinan tersebut memiliki kualitas dan ciri khas unik dibandingkan produk kerajinan batik lainnya.

Di Rembang, kerajinan batik tulis merupakan salah satu kekuatan industri dalam industri rumah tangga. Jenis kerajinan tangan ini juga menjadi salah satu home industri unggulan. Pameran menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan perajin. Melalui peningkatan promosi berskala nasional dan internasional, produk kerajinan mereka makin dikenal. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan