Baru Dibuka, Gelaran Kampung Ramadan Diminta Diperpanjang

Jumat, 18 Mei 2018 | 14:30 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz meninjau Kampung Ramadan, Kamis (17/5/2018) sore. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Gelaran kuliner khas berbuka puasa, Kampung Ramadan, di bilangan Jalan Cokroaminoto, depan Rumah Dinas Bupati Rembang, dibuka pada Kamis sore 17 Mei kemarin.

Rencananya, digelar hingga tanggal 22 Ramadan 1439 Hijriyah. Namun Bupati Rembang Abdul Hafidz yang membuka Kampung Ramadan meminta agar acara itu diperpanjang hingga 28 Ramadan.

Menurutnya, jika hanya digelar selama 22 hari, promosi aneka kuliner ini kurang menggigit. Apalagi pada tanggal itu, mereka yang kerja di perantauan, belum mudik, sehingga tak ketemu momentum.

“Karena ini promosi, maka jangan hanya orang lokal, yang luar kota juga agar bisa mengetahui dan merasakan. Momen yang tepat adalah akhir Ramadan. Yang mudik dari mana-mana, ke sini.

Saya tekankan bila perlu sampai tanggal 28 atau 29, biar tahu kalau Rembang itu gudangnya kuliner,” tandasnya.

Lalu bagaimana dengan gelaran festival “thong-thong lek” di ujung Ramadan yang biasanya dimulai dari Jalan Cokroaminoto? Bupati mengarahkan agar start dipindah ke kawasan Rumdin Kapolres.

“Start saya arahkan ke barat. Kawasan Rumdin Pak Kapolres atau Perempatan Jaeni,” tandasnya.

Menurutnya, dengan memindah start “thong-thong lek”, dua kegiatan akan berjalan efektif dan berdaya, sekaligus menepis anggapan; Kampung Ramadan, acara formalitas atau seremonial belaka.

Salah seorang pedagang, Diah Ajeng menyatakan gembira bila gelaran itu diperpanjang masanya. Kampung Ramadan jadi bisa diramaikan oleh para pemudik. Keuntungan pun berpotensi lebih besar.

“Ya, senang. Kalau banyak yang datang, saat musim mudik kan bisa dapat untung lebih,” ujarnya.

Kampung Ramadan dibuka dengan pelepasan burung dara oleh Bupati dan Wakil Bupati Rembang serta santunan bagi 50 anak yatim. Setelah pembukaan, para pejabat menghampiri lapak pedagang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. Sunarto Wage

    Mei 18, 2018 at 3:02 pm

    Tentu Lontong Tuyuhan dan sirup kawista tidak ketinggalan.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan