Baru 63 Desa Miliki Perpusdes di Rembang

Senin, 23 April 2018 | 18:58 WIB

Perpustakaan Desa Dasun Kecamatan Lasem. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jumlah perpustakaan desa (Perpusdes) di Kabupaten Rembang masih minim.

Pasalnya, dari 294 desa dan kelurahan, hingga April ini, baru 63 yang telah memiliki perpustakaan.

Paling banyak, perpustakaan desa terdapat di Kecamatan Rembang dengan 14 titik.

Selebihnya tersebar di 14 kecamatan, berkisar antara satu hingga lima Perpusdes.

Diduga, desa belum berpihak pada keberadaan perpustakaan di desa.

Menurut Kepala Seksi Layanan, Pembinaan, dan Pengembangan Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Rembang Yazid Aris Khoiron, sudah ada edaran dari Pemkab agar desa membuat perpustakaan.

“Alokasi dana desa atau dana desa bisa untuk Perpusdes. Sudah ada SE dari Pemkab,” katanya.

Yazid mengakui, edaran itu tidak wajib. Tetapi ia berharap tiap desa ada Perpusdes. Sebab, dana desa bisa dipakai membangun gedung, pengadaan buku, dan fasilitasi tenaga pengelola.

Kepada mataairradio, Senin (23/4/2018), ia mengklaim ada pengawasan dan evaluasi terhadap tiap Perpusdes. Namun ia tidak menjelaskan, periodesasi pengawasan dan evaluasi atas Perpusdes.

“Dalam waktu dekat, akan digelar bimbingan teknis perpustakaan desa,” katanya.

Salah satu tujuannya adalah agar ada tenaga atau sukarelawan yang cakap dalam mengelola perpustakaan.

Pihaknya mengagendakan pula studi banding ke Perpusdes terbaik di Jawa Tengah, yakni di Pekalongan.

Studi banding, menurutnya, penting untuk mengetahui standar sebuah Perpusdes, baik dari sisi buku, sarana, dan pengelola.

Yazid menyatakan, sebuah Perpusdes, minimal harus memiliki setidaknya 200 eksemplar buku, meja baca, dua rak buku, dan seorang tenaga pengelola.

“Koleksi buku bisa berupa buku fiksi dan nonfiksi, serta buku tentang keterampilan tertentu yang sesuai dengan daerah setempat,” katanya.

Sementara itu, mengenai sumbangan buku dari Perpusda ke Perpusdes, menurut dia, bukan kewenangannya, melainkan domain Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Terlebih, Perpusdes bukan lembaga sosial yang wajib menerima sumbangan.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan