Baru 1,5 Bulan, Hafidz Pecat 3 PNS

Senin, 28 Maret 2016 | 16:17 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Wakil Bupati Bayu Andriyanto ketika inspeksi mendadak di Kantor Distanhut, Senin (28/3/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Wakil Bupati Bayu Andriyanto ketika inspeksi mendadak di Kantor Distanhut, Senin (28/3/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz ternyata sudah memecat 3 orang dan menunda kenaikan pangkat 2 orang pegawai negeri sipil (PNS) hanya dalam kurun waktu 1,5 bulan terakhir.

Mereka yang dipecat atau ditunda kenaikan pangkatnya itu karena tidak disiplin.

Ketika memimpin apel pagi di Kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Senin (28/3/2016) pagi, Bupati tidak menjelaskan secara terperinci mengenai bentuk pelanggaran masing-masing dari PNS yang kena sanksi itu.

Biasanya, pemecatan PNS ini karena pelanggaran berat. Pada kesempatan itu, Hafidz mengingatkan para PNS agar menjaga kedisiplinan.

“Jangan sampai terjebak istilah salah kaprah yang menyebut bahwa disiplin itu tidak penting karena yang penting hasil kerjanya. Hasil kerja, jalan atau tidaknya pekerjaan ditentukan oleh tingkat kedisiplinan,” terangnya.

Di kegiatan berlabel inspeksi mendadak itu, Bupati sempat berbagi pengalamannya saat “sekolah” di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), belum lama ini.

Hafidz mengaku mendapat banyak pelajaran dari kegiatan itu, salah satunya pentingnya disiplin waktu.

Usai berbagi cerita pengalamannya di KPK, Bupati mengingatkan pula kepada Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang agar melakukan pengawasan melekat.

Bentuknya dengan memastikan tidak adanya PNS yang keluar kantor tanpa izin secara berjenjang.

Hafidz menegaskan, kepala dinas yang keluar kantor, mesti izin kepada bupati dengan tembusan kepada wakil bupati. Sementara kabid harus izin kepada kepala dinas, kepala seksi izin kepada kepala bidang, dan staf izin ke kepala seksi, jika mau keluar kantor.

“Kami berharap aturan itu efektif,” tandasnya.

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto mengaku akan mengubah pola inspeksi mendadak ke kantor dinas atau instansi di lingkungan pemerintah di kabupaten ini.

“Inspeksi akan dilakukan tidak hanya pada pagi, tetapi juga pada siang hari,” ujarnya.

Bayu mengungkapkan bahwa sopir dan ajudannya sering menerima SMS dari beberapa dinas yang meminta agar dikabari ketika dirinya bersama Bupati akan melaksanakan inspeksi di kantor setempat.

Tetapi sopir dan ajudan sudah diwanti-wanti agar tidak membocorkan rencana inspeksi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan