Baratan, Pantai Caruban Dipenuhi Sampah Kiriman

Senin, 21 Desember 2015 | 16:13 WIB
Salah seorang warga memungut sampah dari Pantai Caruban Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, Senin (21/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Salah seorang warga memungut sampah dari Pantai Caruban Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, Senin (21/12/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

LASEM, mataairradio.com – Pantai Caruban di Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem dipenuhi berbagai jenis sampah, Senin (21/12/2015) pagi.

Warga menduga sampah itu kiriman dari wilayah pesisir lain di sebelah barat desa.

Sampah seperti plastik, kaleng, dan kayu bekas itu terhanyut hingga ke Pantai Caruban karena terbawa ombak musim baratan.

Jupri warga Dusun Caruban mengakui, sampah saat musim baratan melimpah. Sudah seminggu ini, di tiap pagi, pantainya dipenuhi sampah.

“Sampah itu tidak dari warga kami karena di kampung ini sudah tersedia tempat pembuangan sampah,” terangnya.

Ia menduga sampah itu awalnya dibuang ke sungai dan terhanyut sampai muara serta terseret ombak sehingga mencemari pantai.

Badri, Kepala Desa Gedongmulyo mengatakan, jika tidak musim baratan, Pantai Caruban terbilang bersih.

Ia pun mengakui, sudah semingguan ini pantainya dicemari banyak sampah.

“Kebanyakan adalah sampah plastik, meski ada juga sampah kaleng dan kayu bekas,” ujarnya.

Menurutnya, setiap pagi, pengelola sudah berusaha membersihkan pantai dari sampah, tetapi sering kewalahan.

“Sampah-sampah itu dipungut lalu dikumpulkan dan dibuang ke tempat pembuangan dengan angkutan kendaraan bermotor roda tiga,” katanya.

Pihak desa juga sudah menyiapkan tempat penampungan sampah berukuran 10×10 meter. Rencananya dibangun di atas tanah bengkok bayanan dan dibiayai dengan dana desa pada tahun depan.

Kades Badri menambahkan, upaya menjaga kebersihan Pantai Caruban dari sampah, tidak bisa dilakukan sendiri oleh warga desanya. Ia mengaku perlu dukungan dari desa lainnya di wilayah pesisir.

“Setidaknya dengan tidak membuang sampah secara sembarangan ke laut,” tambahnya.

Apalagi ia mengaku masih sering melihat nelayan yang membuang sampah plastik di laut, saat bersandar di Pelabuhan Tasikagung-Rembang.

Badri meyakini, sampah itu bisa terhanyut ke mana saja, sehingga mengotori laut dan pantai, termasuk di Caruban.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan