Banyak PNS Pensiun, Pengangkatan Honorer K2 Jadi Solusi

Wednesday, 16 September 2015 | 17:29 WIB
Sejumlah PNS ketika mengikuti upacara bendera di halaman Kantor Bupati Rembang. (Foto: Pujianto)

Sejumlah PNS ketika mengikuti upacara bendera di halaman Kantor Bupati Rembang. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Komisi A DPRD Rembang, Rabu (16/9/2015) pagi terlibat pembahasan dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) antara lain membahas keputusan Men-PAN yang akan mengangkat secara bertahap seluruh tenaga honorer K2 yang tersisa, mulai 2016 sampai 2019.

Anggota Komisi A DPRD Rembang Puji Santoso mengungkapkan, BKD sudah merencanakan anggaran untuk proses pengangkatan honorer K2, sebesar Rp850 juta, termasuk untuk diklat prajabatan.

“Tetapi BKD belum menentukan, berapa jumlah honorer yang diangkat tahun depan dan alokasi gajinya. Soal gaji secara keseluruhan itu di TAPD,” beber Puji kepada mataairradio.

Menurut keterangan dari pihak Komisi A, BKD akan bergerak secara lebih konkret, misalnya menyangkut jumlah honorer yang didahulukan diangkat, jika sudah ada surat resmi dari Pemerintah Pusat.

Puji mengisyaratkan, pengangkatan seluruh honorer K2 yang tersisa, tidak membebani anggaran daerah.

“Tahun depan, ada sekitar 300 PNS yang pensiun. Tahun 2017 pun ada 500-an lagi pegawai yang purna tugas. Pengangkatan secara bertahap 333 honorer K2 yang tersisa di Rembang, bisa jadi solusi,” tandasnya.

Namun, menurutnya, pengangkatan mereka perlu disertai penataan distribusi pegawai.

Ketua Forum Honorer K2 Rembang Paidi mengucap syukur karena Pemerintah mendengar aspirasi pihaknya. Dia akan mengawal keputusan Men-PAN di media, hingga terbit keputusan resmi.

“Bentuk pengawalannya, melalui komunikasi aktif dengan Pemerintah melalui DPR,” jelasnya.

Soal teknis pengangkatan honorer secara bertahap sampai 2019, Paidi mengaku akan legawa, jika yang diangkat dulu adalah yang sudah lama mengabdi. Ia  menyebutkan, semula honorer K2 yang tersisa di Rembang ada 335 orang.

“Tetapi dua orang di antaranya dicoret karena meninggal dan mengundurkan diri,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan