Banjir Sendangasri Rendam Sawah, Rumah, dan Sekolah

Selasa, 21 Januari 2014 | 14:24 WIB
Belasan hektare sawah petani, beberapa rumah, dan sekolah direndam banjir di Desa Sendangasri Kecamatan Lasem, Selasa (21/1) pagi. (Foto:Puji)

Belasan hektare sawah petani, beberapa rumah, dan sekolah direndam banjir di Desa Sendangasri Kecamatan Lasem, Selasa (21/1) pagi. (Foto:Puji)

LASEM, MataAirRadio.net – Belasan hektare sawah petani, beberapa rumah, dan sekolah direndam banjir di Desa Sendangasri Kecamatan Lasem, Selasa (21/1) pagi. Hujan deras sejak tengah malam ditambah air kiriman dari wilayah pegunungan juga menggenangi ruas jalur pantura setempat.

Dua ruas jalan menuju pusat Desa Sendangasri pun tergenang air setinggi 15 centimeter dengan arus cukup deras. Warga yang melintas juga dipaksa turun dari kendaraan dan menuntunnya karena takut terseret arus banjir.

Ali Subhan, warga yang akan menjemput istrinya ke Pasar Lasem mengaku direpotkan banjir. Derasnya arus banjir bisa menghanyutkannya jika nekat menerjang dengan tetap di atas kendaraan. Banjir beberapa kali terjadi di wilayah Sendangasri akibat air kiriman dari daerah Kajar dan sekitarnya.

Jokariyo, seorang petani yang sawahnya tergenang mengaku merugi akibat banjir. Tanaman padi miliknya baru berumur 12 hari dan rusak diterjang banjir. Untuk menanaminya kembali, dia mengaku harus berburu benih hingga ke daerah Tayu, Pati.

Dia juga mengatakan, banjir yang terjadi cukup sering di wilayah desanya memang mengganggu aktivitas warga, termasuk anak-anak yang bersekolah. Tukin, warga lainnya berharap, segera ada penanganan dari Pemerintah.

Menurutnya, saluran di tepi jalan kampung perlu diperdalam dan ditambah dengan tanggul. Aliran sungai di tepi pantura pun perlu dikeruk lagi karena sudah dangkal.

Sukir, warga Sendangasri yang memiliki usaha di tepi timur jalan pantura setempat mengharapkan, penataan jembatan di dekat gapura desa segera dilakukan. Pemerintah Kabupaten Rembang sempat menjanjikan untuk membongkar dan menata aliran sungai yang menyempit.

Namun sampai dengan saat ini, janji tersebut tak kunjung terwujud. Akibatnya, begitu hujan deras turun dalam waktu lama, warga di RT 1 RW 1 dan RT 5 RW 2, dipaksa berhadapan dengan banjir. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan