Penanganan Banjir Sendangasri Tidak Cukup Dengan Peninggian Jalan Pantura

Kamis, 30 Januari 2014 | 17:43 WIB
Banjir di jalur pantura Desa Sendangasri Kecamatan Lasem.

Banjir di Jalur Pantura Desa Sendangasri Kecamatan Lasem.

REMBANG, MataAirRadio.net – Penanganan banjir yang cukup sering terjadi di wilayah Desa Sendangasri Kecamatan Lasem, dinilai tidak cukup diatasi dengan peninggian jalan di Jalur Pantura setempat dan normalisasi alur Sungai Patihan. Komisi C DPRD Kabupaten Rembang berpendapat, drainase pada tepi jalan masuk Desa Sendangasri pun perlu dinormalisasi secara bersama-sama atau simultan.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Puji Santoso mengatakan, banjir yang beberapa kali menggenangi permukiman dan sekolah di wilayah tepi Jalan Pantura Sendangasri perlu ditangani secara utuh. Dia mengaku mendukung normalisasi dan usulan peninggian ruas jalan Pantura setempat oleh Pemerintah Kabupaten Rembang.

Namun dia mengingatkan, banjir di Sendangasri juga terjadi di dua akses jalan menuju kampung. Drainase di tepi jalan pada kedua akses itu disebut kurang terawat karena banyak ditumbuhi semak-semak. Dari pantauan, terjadi pendangkalan parah di saluran air dari desa menuju ke Sungai Patihan. Akibatnya, air di saluran itu cepat melimpas dan menggenangi jalan desa serta merusak belasan hektare sawah milik petani setempat.

Sebelumnya, Pemkab Rembang meminta Pemerintah Pusat meninggikan jalur Pantura di Desa Sendangasri, Kecamatan Lasem. Peninggian diperlukan karena jalan sepanjang sekitar satu kilometer itu sering tergenang banjir.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Hamzah Fatoni, jalan di Jalur Pantura Sendangasri mestinya ditinggikan minimal 40 centimeter. Pemkab Rembang mencatat, sejak Desember 2013, Pantura Sendangasri sudah tiga kali terendam. Dampak akibat terendamnya jalan Pantura setempat sangat luas karena akses nasional terganggu.

Hamzah juga mengatakan, normalisasi Sungai Patihan juga akan dilakukan. Namun Sekda tidak menyebut secara spesifik rencana normalisasi di saluran menuju Desa Sendangasri. Hanya saja dia menyebut akan menormalisasi hulu hingga hilir pada Sungai Patihan dan sungai besar lainnya di Kabupaten Rembang, pada musim kemarau mendatang.

Hasil kajian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, banjir di Pantura Sendangasri dipicu terlalu sempitnya aliran Sungai Patihan di sebelah timur jalan. Kepala BPBD Rembang Suharso mengatakan, jalur paling rawan banjir berada pada Kilometer (KM) 124 hingga 125. Dia juga mengaku akan melakukan normalisasi dan pembongkaran jembatan di dekat gapura masuk desa itu. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan