Bangunan Instalasi Pengolahan Air Minum Pemerintah Mangkrak

Selasa, 26 September 2017 | 13:12 WIB

Bangunan instalasi pengolahan air minum milik Pemerintah Kabupaten Rembang yang dikelola PDAM mangkrak, bahkan dipakai sebagai tempat memiara burung. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bangunan instalasi pengolahan air minum milik Pemerintah Kabupaten Rembang yang dikelola PDAM mangkrak, bahkan dipakai sebagai tempat memiara burung.

Saat Komisi B DPRD Kabupaten Rembang melakukan inspeksi mendadak di bangunan yang berlokasi di daerah Mbesi Desa Kedungrejo Kecamatan Rembang ini, tercium bau pesing yang menyengat.

Pihak Komisi B menginspeksi bangunan instalasi pengolahan air minum tersebut terkait dengan kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Rembang dalam menanggulangi kemarau panjang di tahun ini.

“Di saat kekeringan melanda, kami menemukan aset pengolahan air milik Pemerintah yang mangkrak, berbau pesing, dan digunakan untuk memelihara burung,” ungkap Anggota Komisi B DPRD Rembang Joko Suprihadi.

Terhadap temuan dalam inspeksi Senin, 25 September kemarin itu, pihak Komisi B DPRD Kabupaten Rembang sudah langsung mengontak Direktur PDAM Muhammad Affan via WhatsApp.

“Kemarin langsung saya WA Direkturnya. Katanya, yang di pinggir Jalan Blora itu pengolahannya tidak dipakai karena air baku yang mau diolah tidak ada,” kata Joko mengutip keterangan Affan.

Dari hasil klarifikasinya terhadap Affan, PDAM menyatakan sudah mengajukan usulan mengolah air baku dari Banyukuwung, tetapi belum terwujud hingga setidaknya Selasa (26/9/2017).

“(bangunan instalasi pengolahan air minum) Itu paket proyek Provinsi atau Pusat tahun 1990-an. Satu paket dengan proyek serupa di Mudal Pamotan,” ucapnya masih mengutip klarifikasi dari Direktur PDAM.

Joko yang waktu inspeksi bersama dengan hampir semua anggota Komisi B DPRD Kabupaten Rembang, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyusun rekomendasi agar aset tersebut dioptimalkan.

“Kita susun rekomendasinya agar aset dioptimalkan pemanfaatannya sesuai peruntukan. Kemarin itu, hampir semua anggota Komisi B ikut inspeksi,” pungkasnya kepada matairradio.com.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan