Bambang: PSIR Darurat Striker

Sabtu, 19 April 2014 | 15:22 WIB
Tim pelatih PSIR Bambang "max" Handoyo. (Foto:Pujianto)

Tim pelatih PSIR Bambang “max” Handoyo. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pelatih PSIR Rembang Bambang Handoyo menyebut kebutuhan striker di timnya mendesak dipenuhi. Sebab, salah satu faktor penyebab kegagalan Laskar Dampo Awang mencuri satu poin dari kandang PSIS Semarang kemarin (18/4), adalah minim striker andal.

Dihubungi MataAir Radio pada Sabtu (18/4) pagi, Bambang mengakui, kelemahan di tim PSIR, salah satunya tinggal ketajaman lini depan. Ia berharap agar manajemen merespon cepat kekurangan ini.

Menurutnya, ada pula kekurangan di sayap serangan timnya. Namun dia menilai itu karena performa Effendi “Bendot” dan Suyono “Terong” sempat labil di babak pertama. Di babak kedua, pemain bisa tampil lepas dan konsisten, sehingga menguasai pertandingan.

Bambang memastikan anak asuhnya tidak nervous atau gerogi ketika melawan PSIS di Stadion Jatidiri Semarang. Menurutnya, endurance atau performa pemain dalam 2×45 menit, cukup baik. Skuat PSIR diklaimnya tidak keteteran mengimbangi perlawanan tim tuan rumah.

Disinggung mengenai lahirnya gol tunggal PSIS yang disebut akibat blunder dari kiper PSIR Amirul Fafa, Bambang membelanya. Dia menilai, Fafa bermain taktis dan bagus karena beberapa kali melakukan penyelamatan penting.

Soal lahirnya gol, sebenarnya bola sudah dalam pelukan Fafa. Namun karena pemain PSIR Kande Lansana kehilangan keseimbangan, Fafa tersenggol dan bola lepas dari pelukannya sehingga dicocor pemain depan PSIS.

Sementara itu mengenai kartu merah yang diganjarkan wasit kepada pemain belakang PSIR Kery Yudiono, tim pelatih meresponnya dengan menyiapkan pemain pengganti di laga berikutnya, tandang ke markas Persiku Kudus, 22 April nanti.

Bambang menyebutkan, setidaknya ada tiga pemain yang disiapkan untuk menggantikan Kery, yakni Mohammad Hepi Satrio Utomo, Agung Prayitno, dan Didik Wahyu Wijayance. Meski sudah tampil bagus melawan PSIS, di berharap anak asuhnya tampil lebih baik di Kudus. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan