Badai Corentin Picu Angin Kencang di Rembang

Selasa, 26 Januari 2016 | 18:21 WIB
Badai Corentin memicu angin kencang di wilayah Kabupaten Rembang, setidaknya hingga Rabu (27/1/2016). (Foto: Pujianto)

Badai Corentin memicu angin kencang di wilayah Kabupaten Rembang, setidaknya hingga Rabu (27/1/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badai Corentin yang muncul di Samudra Hindia barat Australia memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Rembang salah satunya berupa angin kencang hingga 2-3 hari ke depan.

“Karena dampak badai corentin itu, kami meminta kepada masyarakat di kabupaten ini agar waspada, terutama yang tinggal di dekat pohon lapuk,” ujar Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Suharso kepada reporter mataairradio, Selasa (26/1/2016).

Ia juga meminta kepada warga agar cepat-cepat keluar dari rumahnya guna menyelamatkan diri, ketika melihat pusaran angin puting beliung. BPBD menyebut, kecepatan angin akan berlangsung hingga 20 kilometer per jam, sehingga membahayakan.

Dihubungi melalui saluran telepon, Suharso mengaku sudah meminta setiap kecamatan agar meneruskan pesan kewaspadaan kepada setiap desa di Kabupaten Rembang.

“Kami berharap agar BPBD mendapat kesempatan pertama menerima laporan kejadian bencana,” terangnya.

Pihaknya juga tidak akan tinggal diam di kantor dan menunggu laporan dari kecamatan. Suharso menyatakan selalu terjun ke lapangan di beberapa hari terakhir ini, guna menggali informasi dan kejadian di lapangan.

Selain bencana angin kencang yang merusak bagian Pasar Rembang dan TPI di dua kecamatan, BPBD belum menerima satu pun informasi dari pihak kecamatan.

“Soal gelombang laut, mestinya akan cukup besar seiring dengan tingginya kecepatan angin. Namun tinggi gelombang, saya tak tahu. Belum cek,” tegasnya.

Mengutip publikasi dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Selasa (26/1/2016) dan Rabu (27/1/2016) ini, daerah Kabupaten Rembang akan diguyur hujan sedang, dengan suhu 25-31 derajat celcius, kelembaban udara 70-95 persen, dan angin dari barat laut.

Menurut BMKG Jawa Tengah, angin kencang yang dipicu oleh badai cenderung merata di sejumlah daerah, sedangkan angin puting beliung bersifat lokal dan akan melemah dalam dua hari ke depan, karena badai telah bergerak ke selatan menjauhi wilayah Perairan Indonesia.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan