Ayah Cabuli Anak Tiri hingga Hamil Ditangkap Polisi

Senin, 28 November 2016 | 20:52 WIB
AEP, tersangka pelaku pencabulan terhadap S yang merupakan anak tirinya hingga hamil enam bulan, saat diminta keterangannya oleh penyidik pada Satreskrim Polres Rembang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

AEP, tersangka pelaku pencabulan terhadap S yang merupakan anak tirinya hingga hamil enam bulan, saat diminta keterangannya oleh penyidik pada Satreskrim Polres Rembang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairrdio.com – Seorang ayah yang nekat mencabuli anak tirinya hingga hamil di Desa Soditan Kecamatan Lasem ditangkap aparat Kepolisian Resor Rembang.

Penangkapan setelah ibu korban melaporkan kasus yang menimpa sang anak pada Kamis malam, 24 November lalu. Ibunya tahu saat anaknya hamil enam bulan.

AEP (43), inisial tersangka pelaku, kini mendekam di sel tahanan Mapolres Rembang dan masih terus diperiksa secara intensif oleh penyidik di Satuan Reserse Kriminal.

S, korban aksi bejat AEP, tercatat sebagai salah satu pelajar SMP di Kecamatan Lasem. AEP melakukan tindakan terkutuk itu saat istrinya sedang tertidur pulas.

Kepada mataairradio.com di Mapolres Rembang, tersangka menyatakan menyesal telah melakukan tindakan pencabulan terhadap anak tirinya, hingga mengandung.

“Saya lupa, enggak ingat (berapa kali mencabuli korban). Kasihan dia. Saya menyesal tidak akan saya ulangi perbuatan buruk saya itu,” katanya penuh penyesalan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang Inspektur Satu Ibnu Suka mengungkapkan, pencabulan AEP terhadap S dilakukan sejak Desember 2015.

“AEP melanggar Pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” katanya.

Atas perbuatannya terhadap anak berusia 15 tahun, tersangka kini terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak lima miliar rupiah.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan