Atribut Kampanye Melanggar Masih Diumbar di Empat Kecamatan

Senin, 10 Maret 2014 | 17:08 WIB
Mukhlis Ridlo, Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang (Foto:Puji)

Mukhlis Ridlo, Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang (Foto:Puji)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Atribut kampanye caleg yang dipasang secara melanggar masih diumbar, setidaknya di empat kecamatan di Kabupaten Rembang. Padahal, atribut itu sudah ditempeli stiker “melanggar” oleh pihak Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Rembang. Panwaslu mencatat, atribut kampanye melanggar, masih terpampang di Kecamatan Lasem, Pamotan, Sedan, dan Kragan.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo mengatakan, dampak dari belum dilakukannya penertiban oleh pihak Satpol PP, mengundang pertanyaan dari masyarakat. Sebagian kalangan menuding Panwaslu tidak becus bekerja karena mengira penertiban atribut itu menjadi tanggung jawab panitia pengawas Pemilu. Padahal tidak.

Selain itu, belum ditertibkannya atribut kampanye yang dipasang secara melanggar, juga mengundang kecemburuan dari mereka sudah patuh. Sempat muncul sindirian, kalau tidak ditindak berarti silakan melanggar saja.

Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Sudarno mengaku terkendala anggaran, sehingga sampai dengan Senin (10/3) siang, masih belum ada penertiban atribut kampanye yang dipasang secara melanggar di empat kecamatan terserbut. Namun pihaknya berjanji akan segera melakukan pembersihan, meski secara bertahap.

Dia berharap, hingga masa tenang Pemilu mulai 5 April nanti, pihaknya sudah tuntas membersihkan zona-zona strategis dari pemasangan atribut kampanye yang melanggar ketentuan. Disinggung apakah penertiban tidak bisa dipasrahkan saja kepada Seksi Trantib di setiap kecamatan, Sudarno mengaku pesimistis.

Menurutnya, jumlah tenaga di kecamatan, terbatas. Belum lagi waktunya mepet. Dia cenderung memilih menerjunkan tim dari Satpol PP, agar lebih efektif. Saat ini, pihaknya menunggu koordinasi Panwaslu menyikapi penertiban atribut kampanye yang dipasang secara melanggar.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, pemasangan atribut kampanye di wilayah Kecamatan Rembang masih juga ada yang ditemukan melanggar. Paling banyak karena dipasang dengan cara memakunya di pohon penghijauan. Padahal sudah beberapa kali ada penertiban.

Namun mulai ada caleg atau parpol yang mau sadar, seperti tidak lagi memasang atribut kampanye di depan fasilitas publik misalnya balai desa dan kantor pemerintahan lainnya. Atribut kampanye yang dipasang secara melanggar tetapi masih diumbar, umumnya berada jauh dari akses utama. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan