Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Rembang Pecah Kongsi

Rabu, 25 Februari 2015 | 15:17 WIB
Pertemuan belasan petani tembakau dengan Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Rabu (25/2/2015) siang. (Foto:Pujianto)

Pertemuan belasan petani tembakau dengan Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Rabu (25/2/2015) siang. (Foto:Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang pecah kongsi atau persekutuan setelah tiba-tiba muncul versi baru kepengurusan.

Hal itu terungkap dari kedatangan belasan petani tembakau yang menemui Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Rabu (25/2/2015) siang.

Selama ini APTI Rembang dipimpin oleh Maryono, petani tembakau dari Desa Karangharjo Kecamatan Sulang.

Namun belasan petani yang datang dengan didampingi Ketua Pemasaran APTI Jawa Tengah tiba-tiba menyodorkan nama baru sebagai ketua, yakni Mas’udi, petani dari Kecamatan Sumber.

Ketua Pemasaran DPD APTI Jawa Tengah Larso Ngriyanto menduga, APTI yang selama ini dipimpin Maryono tidak bersurat keputusan resmi dari Dewan Pengurus Nasional APTI.

Padahal kepengurusan yang sah ialah yang mengantongi SK DPN. Lalu kapan pengurus baru ini dibentuk? Larso tak menyebut.

“Pengesahan kepengurusan Dewan Pengurus Cabang atau DPC APTI Rembang berarti penting, salah satunya untuk kepentingan Musyawarah Nasional APTI di Sukolilo, Surabaya pada 26 April mendatang,” katanya.

Menurutnya, hanya APTI yang ber-SK dari DPN yang bisa memiliki hak suara di Munas tersebut.

Larso tidak menjelaskan alasan pihaknya tidak mendorong pengesahan kepengurusan lama, tetapi justru membentuk kepengurusan yang baru.

“Tetapi kami siap menampung APTI versi Maryono di jajaran kepengurusan anyar,” tandasnya.

Pihak DPD APTI Jawa Tengah memastikan, secara dokumen legal dan kenyataan, APTI Rembang sudah terbentuk.

Menurutnya, petani yang menemui Plt Bupati siang itu adalah pengurus resmi karena diakui secara sah oleh DPN APTI.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta kepada APTI agar memberesi tudingan pecah kongsi yang melanda internal organisasi para petani tembakau tersebut.

“Kami menunggu bukti legal dari organisasi ini, untuk dapat menetukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Ketua APTI Maryono yang dihubungi secara terpisah mengaku telah mengetahui adanya kepengurusan APTI tandingan versi Mas’udi.

“Bahkan saat akan menemui Plt Bupati Rembang, saya juga dikabari,” ujarnya.

Maryono yang menjadi Ketua APTI Rembang sejak 2012 ini mengaku tidak mempermasalahkan munculnya kepengurusan baru, selagi tujuannya murni untuk memajukan pertanian tembakau di kabupaten ini.

“Kami akan keluar dari kepengurusan, jika memang pengurus baru telah terbentuk,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan